Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penafsiran Q.S. Al-Baqarah ayat 45 dalam Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab serta menganalisis fungsi kesabaran, shalat, dan khusyuk sebagai dimensi ketahanan psikospiritual dalam membangun ketenangan jiwa di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan yang bersifat deskriptif-analitis. Data primer berupa penafsiran M. Quraish Shihab terhadap Q.S. Al-Baqarah ayat 45 dalam Tafsir Al-Misbah, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku dan artikel ilmiah yang relevan tentang psikologi Islam, regulasi emosi, dan kesehatan mental di era digital. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran Tafsir Al-Misbah membangun tiga dimensi psikospiritual yang saling berkaitan: kesabaran sebagai mekanisme regulasi emosi yang aktif, shalat sebagai terapi jiwa yang memulihkan kondisi batin, dan khusyuk sebagai kesadaran penuh yang menentukan kualitas ibadah sekaligus kestabilan psikologis seseorang. Temuan ini selaras dengan pendekatan psikologi Islam yang menekankan pentingnya pengendalian diri, kedekatan spiritual, dan kesadaran batin dalam menjaga kesehatan mental. Penelitian ini menegaskan bahwa penafsiran Q.S. Al-Baqarah ayat 45 memiliki relevansi yang signifikan dengan tantangan psikologis di era digital, sekaligus membuktikan bahwa Al-Qur'an menyimpan wawasan psikologis yang mendalam tentang cara manusia menghadapi tekanan, memulihkan diri, dan membangun ketahanan jiwa di tengah kompleksitas kehidupan modern.