Milhatul Aula
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERSEPSI MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM TERHADAP LAYANAN KONSELING DI UP2T FAKULTAS PSIKOLOGI UIN AR-RANIRY BANDA ACEH Milhatul Aula; Kusmawati Hatta; Azhari Azhari
Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan dan Konseling Vol 16, No 1 (2026): Al Irsyad: Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/al-irsyad.v16i1.30150

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) terhadap layanan konseling yang diselenggarakan oleh Unit Pelayanan Psikologi Terapan (UP2T) Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian terdiri atas 10 mahasiswa BKI semester 6 dan 3 pengelola UP2T yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis data Miles dan Huberman yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa BKI memiliki pandangan yang positif terhadap layanan konseling di UP2T. Layanan tersebut dinilai mampu membantu mahasiswa dalam menghadapi berbagai persoalan akademik, pribadi, sosial, maupun emosional. Penelitian ini juga menemukan bahwa UP2T telah mengelola layanan konseling secara sistematis melalui mekanisme layanan daring dan luring dengan tetap mengedepankan prinsip kerahasiaan serta penerapan pendekatan konseling yang disesuaikan dengan kebutuhan klien. Meskipun demikian, pemanfaatan layanan konseling masih belum maksimal karena sebagian mahasiswa memilih menyelesaikan permasalahannya secara mandiri dan masih terdapat keterbatasan informasi mengenai keberadaan layanan tersebut. Oleh sebab itu, diperlukan upaya sosialisasi dan promosi layanan yang lebih intensif agar pemanfaatan layanan konseling di UP2T dapat ditingkatkan.