Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi Alur Layanan Farmasi Pasca Implementasi Iterasi Peresepan Obat Kronis Program BPJS Kesehatan Di Rumah Sakit Badan Pengusahaan Batam Muhammad Yanto; Yaya Aria Santosa; Nurhayati Nurhayati
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v10i2.8342

Abstract

Program Iterasi Resep Obat Kronis merupakan kebijakan pelayanan kesehatan yang bertujuan meningkatkan efisiensi layanan, mengurangi kepadatan poliklinik, serta menjamin kesinambungan terapi bagi pasien penyakit kronis. Implementasi kebijakan ini mendorong perubahan alur pelayanan farmasi dan berimplikasi pada sistem pelayanan rumah sakit secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi alur pelayanan farmasi pasca implementasi Iterasi Resep Obat Kronis di Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam serta mengidentifikasi tantangan dan implikasi pelaksanaannya terhadap tata kelola pelayanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), observasi lapangan, serta analisis dokumen kebijakan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait pelayanan iterasi resep. Analisis data dilakukan menggunakan Analisis Tematik sebagaimana dikembangkan oleh Braun dan Clarke melalui proses pengkodean, pengelompokan subtema, dan penarikan tema utama secara sistematis. Hasil analisis selanjutnya disintesis dalam pemetaan alur pelayanan, Matriks RACI, dan Key Performance Indicator (KPI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi iterasi resep menghasilkan pemangkasan tahapan layanan dan perubahan jalur pelayanan pasien penyakit kronis, yang berdampak pada redistribusi beban kerja dari poliklinik ke Instalasi Farmasi. Kejelasan peran antar aktor pelayanan yang dirumuskan dalam Matriks RACI berkontribusi terhadap peningkatan koordinasi lintas unit dan akuntabilitas pelaksanaan kebijakan. Pemanfaatan teknologi informasi melalui integrasi SIMRS dan sistem BPJS Kesehatan mendukung pelayanan, namun juga menimbulkan ketergantungan sistem dan potensi gangguan operasional. Dari aspek sumber daya manusia, ditemukan peningkatan beban kerja serta kebutuhan adaptasi kompetensi tenaga kefarmasian. Evaluasi kinerja melalui KPI menunjukkan potensi peningkatan efisiensi pelayanan farmasi, namun masih memerlukan penguatan pada pengelolaan alur layanan, kesiapan sistem teknologi, dan edukasi pasien. Kata Kunci: Iterasi BPJS, Obat Kronis, Transformasi Layanan Farmasi, Analisis Tematik
Analisis Hubungan Antara Faktor Internal Individu Dengan Kelelahan Kerja Pada Pegawai IGD Rumah Sakit Islam Al Muchtar Karawang Shinta Gasenova; Aliefety Putu Garnida; Yaya Aria Santosa
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i4.6731

Abstract

Instalasi Gawat Darurat (IGD) beroperasi 24 jam terus menerus sepanjang tahun, membutuhkan performa pegawai yang prima. Performa kinerja pegawai di IGD Rumah Sakit dipengaruhi oleh ketahanan fisik dan mental yang dipengaruhi oleh faktor kelelahan kerja. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui analisis hubungan dari faktor internal individu yang meliputi usia, indeks masa tubuh, kebiasaan berolahraga dan masa kerja terhadap kelelahan kerja pada pegawai IGD Rumah Sakit Islam (RSI) Al Muchtar Karawang, sehingga dapat diberikan umpan balik untuk perbaikan kedepan. Penelitian ini dilakukan secara mix methode dengan design cross dectional study. Analisa data dilakukan dengan cara univariat, bivariat dan diperkuat dengan penelitian kualitatif. Sample diambil secara sampel jenuh dari populasi pegawai IGD di RSI Al Muchtar Karawang sebanyak 32 orang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh usia (p sama dengan 0,002), IMT (p sama dengan 0,010), kebiasaan olahraga (p sama dengan 0,000), dan masa kerja (p sama dengan 0,030) terhadap kelelahan kerja. Didapatkan hubungan antara faktor internal individu berupa usia, IMT, kebiasaaan olahraga dan masa kerja dengan kelelahan kerja pada pegawai IGD RSI Al Muchtar Karawang dengan saran dapat dilakukan perbaikan untuk individu dan rumah sakit dalam mendorong peningkatan kebugaran fisik dan manajemen stres untuk mengurangi kelelahan kerja. Kata Kunci : Kelelahan kerja, Faktor internal, Pegawai IGD RS