Proses penuaan secara alamiah menyebabkan penurunan fungsi kognitif pada lansia akibat degenerasi sistem saraf pusat, yang sering kali ditandai dengan gejala mudah lupa hingga risiko demensia. Penurunan ini berdampak pada hambatan aktivitas sehari-hari dan berkurangnya interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menguji implementasi program Terapi Kenangan (Reminiscence Therapy) berbasis media visual dalam meningkatkan fungsi kognitif dan keterlibatan psikososial lansia. Metode pelaksanaan dilakukan melalui program intervensi preventif psikososial yang melibatkan 25 warga binaan sosial di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Mulia 2 Cengkareng, Jakarta Barat. Terapi dilaksanakan dalam satu sesi kelompok menggunakan media proyektor yang menampilkan stimulus gambar benda ikonik dan tokoh masa lalu era 1960 hingga 1980-an. Tingkat keberhasilan program diukur menggunakan metode observasi deskriptif kualitatif melalui dua indikator utama, yaitu aspek kognitif-bahasa dan aspek psikososial. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan stimulus gambar jadul efektif memicu memori jangka panjang (long-term memory) lansia. Secara kognitif, lansia mampu mengenali objek, mendeskripsikan fungsi benda, dan menceritakan kembali pengalaman masa lalu dengan baik. Secara psikososial, terapi ini meningkatkan keterbukaan diri, rasa percaya diri, keterlibatan aktif dalam kelompok, serta memberikan stimulasi emosional positif yang dapat mengurangi rasa kesepian. Kesimpulan dari program ini adalah implementasi Terapi Kenangan efektif dalam menstimulasi fungsi kognitif, melatih daya ingat, dan meningkatkan kemampuan komunikasi verbal serta kesejahteraan psikososial lansia di panti wreda.