I Dewa Ayu Mas Ari Sinta
Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Edukasi Tentang Anemia Terhadap Tingkat Konsumsi Zat Besi (Fe) Asam Folat Vitamin B12 dan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri di SMA Negeri 1 Sukawati I Dewa Ayu Mas Ari Sinta; I Gusti Agung Ari Widarti; I Komang Agusjaya Mataram
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 3 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v3i1.900

Abstract

Masalah kesehatan berupa anemia di kalangan remaja putri erat kaitannya dengan minimnya asupan zat besi (Fe), vitamin B12, dan asam folat. Penelitian ini dirancang untuk mengevaluasi dampak edukasi anemia terhadap kadar hemoglobin serta tingkat konsumsi ketiga nutrisi tersebut. Melalui pendekatan pra-eksperimental dengan model one group pretest-posttest, riset ini melibatkan 55 remaja putri yang terindikasi anemia (Hb <12 g/dL). Data asupan nutrisi dikumpulkan lewat wawancara berbasis kuesioner SQ-FFQ, sedangkan data hemoglobin diperoleh dari Puskesmas I Sukawati (sebelum intervensi) dan pengukuran langsung (setelah intervensi). Berdasarkan uji paired sample t-test, intervensi edukasi terbukti memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan konsumsi zat besi (p=0,016), asam folat (p=0,018), dan vitamin B12 (p=0,027). Kendati demikian, kadar hemoglobin tidak menunjukkan perubahan yang signifikan (p=0,159). Dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi efektif memperbaiki pola konsumsi zat gizi mikro, namun belum cukup untuk menaikkan kadar hemoglobin dalam durasi dua minggu. Hal ini mengimplikasikan bahwa edukasi tentang anemia dapat dijadikan strategi promotif dan preventif untuk meningkatkan konsumsi zat besi, asam folat, dan vitamin B12 pada remaja putri, sehingga perlu diterapkan secara berkelanjutan dan dikombinasikan dengan intervensi lain guna mendukung peningkatan kadar hemoglobin serta pencegahan anemia. Studi berikutnya disarankan melibatkan kelompok kontrol, mengintensifkan frekuensi edukasi, serta memisahkan waktu pelaksanaan pretest dan posttest.