Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Diplomasi Digital Indonesia Melalui Twitter Dalam Meningkatkan Citra Internasional (2022-2023) Indah Cinta Aulia; Ushwatul Jannah
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 3 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v3i2.911

Abstract

Transformasi teknologi digital telah mempengaruhi berbagai dimensi hubungan internasional, termasuk cara menjalankan aktivitas diplomatik di era modern. Perubahan tersebut mendorong munculnya praktik diplomasi digital, yaitu penggunaan aplikasi digital sebagai sarana komunikasi dalam menyampaikan kepentingan negara kepada masyarakat global. Penelitian ini menganalisis strategi Indonesia dalam memanfaatkan twitter untuk memperkuat citra internasional pada periode 2022-2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan dengan pendekatan deskriptif dan memanfaatkan Teknik analisis konten terhadap akun resmi pemerintah, termasuk Kementerian luar negeri republik Indonesia serta perwakilan diplomatik Indonesia luar negeri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi diplomasi digital Indonesia diwujudkan melalui beberapa pendekatan, antara lain penyebaran narasi positif terkait kebijakan luar negeri, promosi budaya dan pariwisata, serta respons yang cepat terhadap isu-isu global. Selain itu, penggunaan bahasa yang komunikatif, penyajian visual yang menarik, serta interaksi aktif dengan audiens internasional berkontribusi dalam meningkatkan tingkat keterlibatan (engagement) dalam membentuk persepsi positif terhadap Indonesia. Meskipun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi sejumlah tantangan, seperti kurangnya konsistensi dalam penyampaian pesan, perbedaan segmentasi audiens, serta tingginya persaingan informasi di ruang digital global. Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi strategi komunikasi digital yang lebih terintegrasi, konsisten, dan adaptif agar diplomasi digital Indonesia dapat berjalan lebih efektif dalam membangun citra internasional yang positif.
Resiliensi Energi Indonesia di Tengah Krisis Selat Hormuz: Peran Biodiesel Sawit dan Hilirisasi Nikel sebagai Instrumen Pertahanan Geoekonomi Tahun 2026 Fadilah Yasmin Nur Ummi Siddik; Ushwatul Jannah
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 3 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v3i2.913

Abstract

Krisis geopolitik di Selat Hormuz tahun 2026 yang melibatkan eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran telah memicu lonjakan harga minyak mentah dunia yang mengancam stabilitas fiskal Indonesia. Sebagai jalur distribusi 20% pasokan minyak global, gangguan navigasi di wilayah ini meningkatkan volatilitas harga energi secara drastis, tercermin dalam tren bullish harga minyak West Texas Intermediate (WTI). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi resiliensi energi Indonesia melalui optimalisasi kekayaan sumber daya alam domestik sebagai instrumen pertahanan ekonomi. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur, hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap kenaikan harga minyak dunia sebesar $1 per barrel berimplikasi pada pembengkakan beban subsidi APBN hingga Rp6,8 triliun. Pemerintah mengimplementasikan kebijakan biodiesel sawit (B50) yang mampu menggantikan solar impor secara fisik dan diproyeksikan menghemat devisa negara hingga Rp 48 triliun untuk memitigasi resiko terssebut. Kebijakan hilirisasi nikel memberikan kontribusi finansial melalui peningkatan pendapatan negara yang digunakan sebagai subsidi silang untuk menambal beban energi secara beriringan. Sinergi antara kedaulatan sumber daya hayati dan mineral ini bertindak sebagai perisai fiskal yang memungkinkan Indonesia memiliki daya tahan ekonomi yang lebih stabil dibandingkan negara – negara lain yang tidak memiliki komoditas serupa di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Peran Ketidaktransparanan Publikasi Epstein Files terhadap Legitimasi Kredibilitas Amerika Serikat sebagai Promotor Demokrasi Global Fleycia Tandria; Ushwatul Jannah
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 3 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v3i2.922

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontradiksi antara komitmen transparansi Amerika Serikat dengan praktik penyensoran informasi dalam publikasi Epstein Files pada periode tahun 2024 hingga 2026. Sebagai negara yang selama ini memposisikan dirinya sebagai promotor demokrasi global, AS menghadapi krisis kredibilitas ketika perilisan jutaan halaman dokumen terkait kejahatan Jeffrey Epstein justru diiringi dengan redaksi besar-besarann yang didukung dengan dalih keamanan nasional. Menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi pustaka, penelitian ini menganalisis bagaimana kebijakan tersebut berefek pada posisi Amerika Serikat di ranah internasional, dengan menggunakan kerangka teori konstruktivisme, soft power, dan organized hypocrisy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya ketidakkonsistenan antara narasi transparansi dalam Epstein Files Transparency Act dengan kenyataan di lapangan menciptakan standar ganda yang melemahkan posisi tawar Amerika Serikat ketika mengkritik tata kelola negara lain. Ketidaklengkapan pengungkapan dokumen ini tidak hanya menghambat akuntabilitas global, tetapi juga memberi ruang bagi negara-negara lain untuk mempertanyakan integritas moral Amerika Serikat.