Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Framing Media Pemerintah Tiongkok terhadap East Turkestan Islamic Movement Qurrota A'yun, Aulia Arie; Purwanto, Agung; Prabhawati, Adhiningasih
Electronical Journal of Social and Political Sciences (E-SOSPOL) Vol 11 No 1 (2024): International Policy and Social Prosperity
Publisher : University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/e-sospol.v11i1.46107

Abstract

Adanya perbedaan kebudayaan dan nilai–nilai agama antara Etnis Uighur di Xinjiang dengan mayoritas penduduk Tiongkok menimbulkan diskriminasi yang terjadi pada Etnis Uighur di Xinjiang. Oleh karena itu, kelompok Etnis Uighur di Xinjiang melakukan perlawanan terhadap Pemerintah Tiongkok. Perlawanan yang dilakukan oleh Etnis Uighur di Xinjiang diantaranya terdapat perlawanan yang dilakukan oleh East Turkestan Islamic Movement (ETIM). Pada perlawanan yang dilakukan oleh ETIM menimbulkan pemberitaan pada media Pemerintah Tiongkok yaitu CCTV dan CGTN. Oleh karena itu, jurnal ini menjelaskan framing media Pemerintah Tiongkok terhadap East Turkestan Islamic Movement. Hasil dari riset ini adalah East Turkestan Islamic Movement sebagai bagian dari Etnis Uighur di Xinjiang dalam penelitian ini dikonstruksikan dan dibingkai oleh media Pemerintah Tiongkok sebagai teroris. Pemberitaan mengenai ETIM pada media CCTV dan CGTN yang merupakan media yang berada di bawah pengawasan Pemerintah Tiongkok membingkai peristiwa perlawanan yang dilakukan oleh Etnis Uighur di Xinjiang melalui ETIM sebagai tindakan teroris yang terjadi di Negara Tiongkok
Keluarnya Amerika Serikat dari Kesepakatan the Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) Krismayanti, Riska Violina; Iqbal, Muhammad; Prabhawati, Adhiningasih
Electronical Journal of Social and Political Sciences (E-SOSPOL) Vol 9 No 2 (2022): Kerjasama Internasional dan Stakeholder
Publisher : University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/e-sos.v9i2.31897

Abstract

The P5+1 countries (United States, France, Britain, Russia, China, and Germany) with Iran formed a nuclear agreement called the Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) in 2015. The JCPOA has the goal of limiting Iran's nuclear activities only as a technological development activity, not for nuclear weapons purposed. When the United States was under Donald Trump's administration, he stated that the United States should withdraw from JCPOA. The decision was created from his consideration as president at the time of the JCPOA applied. Rational choice theory and game theory are used to analyze Donald Trump's decision. Donald Trump views that the JCPOA does not have a major influence in stopping Iran's nuclear activities entirely. In addition, Iran's political and economic influence at the time the JCPOA took effect became a threat to the United States. Moreover, JCPOA is also not beneficial for the United States from Donald Trump’s point of view. Keywords: United States, Donald Trump, JCPOA
Implementasi Just Energy Transition Partnership Indonesia menuju Net Zero Emissions tahun 2060 Hermawan, Luky Tri; Prabhawati, Adhiningasih
Jurnal Energi Baru dan Terbarukan Vol 5, No 3 (2024): Oktober 2024
Publisher : Program Studi Magister Energi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jebt.2024.24161

Abstract

Ketergantungan terhadap energi fosil dalam upaya pemenuhan kebutuhan energi nasional berdampak kepada penyebaran emisi karbon yang besar di udara. Indonesia merupakan salah satu negara yang menyumbang emisi karbon terbesar di dunia. Kerja sama yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dengan International Partners Group (IPG) telah menghasilkan sebuah kesepakatan dan program pendanaan Just Energi Partnership (JETP) transisi energi yang mencapai US$20 Miliar. Pendanaan ini memfokuskan untuk upaya transisi energi Indonesia dan menjadi program pendanaan terbesar di dunia. Langkah yang dilakukan oleh Indonesia untuk mencapai Net Zero Emissions (NZE) tahun 2060 dilakukan dengan memaksimalkan transisi energi yang berkeadilan melalui implementasi program JETP Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk bisa menguraikan dan menjawab permasalahan yang ada. Penelitian ini menghasilkan bahwa upaya yang dilakukan oleh Indonesia untuk mencapai NZE tahun 2060 adalah dengan pengurangan terhadap ketergantungan energi fosil dan beralih menuju energi baru terbarukan dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan energi nasional. Implementasi JETP Indonesia berfokus pada lima bidang investasi yang bertujuan untuk transisi energi dengan memanfaatkan energi baru terbarukan sebagai sumber energi yang dikembangkan sebagai bahan bakar utama bagi pembangkit listrik.
Addressing Femicide in Honduras through the Spotlight Initiative: A Study of the Implementation of the UN–EU Global Program Hanif, M. Rayhan; Eriyanti, Linda Dwi; Prabhawati, Adhiningasih
Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 7 No 02 (2025): SETARA: Jurnal Studi Gender dan Anak
Publisher : Center of Gender Studies and Child of State Islamic Institute of Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/jsga.v7i02.art07

Abstract

Honduras is one of the countries with the highest rates of femicide in Central America. The high rate of femicide in Honduras has prompted the United Nations and the European Union to assist Honduras in addressing the issue of femicide through the Spotlight Initiative program. This study also aims to examine the implementation of the Spotlight Initiative program in addressing femicide in Honduras from 2019 to 2023. This study is important to fill the gap in research on femicide in Latin America, particularly Honduras, and to analyze the Spotlight Initiative Program. This study uses a qualitative approach with descriptive analysis. This study uses literature review as data collection. The results of the study indicate that the implementation was carried out by the United Nations and the European Union by strengthening policies and legislation, strengthening institutions, preventing gender-based violence, strengthening gender-responsive services, strengthening data, and strengthening women's movements. The conclusion of the study shows that although the program's implementation is in line with liberal feminist theory, the implementation of the Spotlight Initiative in addressing femicide in Honduras has not met the indicators of gender mainstreaming. [Honduras adalah salah satu negara yang memiliki tingkat femisida tertinggi di kawasan Amerika Tengah. Tingginya angka femisida di Honduras mendorong PBB dan Uni Eropa membantu Honduras dalam menyelesaikan permasalahan femisida melalui program Spotlight Initiative. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui implementasi program Spotlight Initiative dalam menangani femisida di Honduras pada tahun 2019 hingga tahun 2023. Kajian ini penting dilakukan untuk mengisi kekosongan penelitian tentang femisida di Kawasan Amerika Latin, khususnya Honduras, dan analisis terhadap Program Spotlight Initiative. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Penelitian ini menggunakan studi pustaka sebagai pengumpulan data. Hasil penelitian menyebutkan bahwa implementasi dilakukan oleh PBB dan Uni Eropa dengan memperkuat kebijakan dan perundang - undangan, memperkuat institusi, mencegah kekerasan berbasis gender, memperkuat layanan responsif gender, memperkuat data, dan memperkuat gerakan perempuan. Kesimpulan kajian menunjukkan meskipun pelaksanaan program sudah sesuai dengan teori feminisme liberal, tetapi Implementasi Spotlight Initiative dalam menangani femisida di Honduras belum memenuhi indikator di dalam pengarusutamaan gender (Gender Mainstreaming)].