Lisyah Dwi Cahyani
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH METODE TATHBIQ TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA AL-QURÁN SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 54 PALEMBANG Lisyah Dwi Cahyani; Leny Marlina; Alihan Satra
IJTIMAIYAH Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Vol 10, No 2 (2026)
Publisher : Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial FITK UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/ijtimaiyah.v10i2.31286

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnnya penguasaan kemampuan membaca al-qur’an sebagai fondasi dasar dalam pembelajaran PAI. Permasalahan utama yang ditemukan di lapangan adalah observasi awal menunjukkan rendahnya motivasi serta kemampuan dasar siswa dalam memahami kaidah tajwid dan kelancaran membaca. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode pembelajaran tathbiq terhadap peningkatan kemampuan membaca al-qur’an siswa kelas VIII di SMP Negeri 54 Palembang.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen (pre-experimental design). Subjek Penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 54 Palembang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes (pre-test dan post-test), dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistic dengan uji paired sample t-test melalui program SPSS versi 30. Sebelum dilakukan uji hipotesis, data diuji terlebih dahulu menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk untuk memastikan bahwa data berdistribusi normal. Uji keabsahan data dilakukan melalui uji validitas instrument dan uji realibilitas menggunakan rumus Cronbach’s Alpha.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan membaca al-qur’an siswa setelah diteapkannya metode tathbiq yang dibuktikan dari peningkatan skor nilai siswa dari kategori rendah ke kategori tinggi. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan durasi waktu pembelajaran yang tersedia tidak mencukupi, serta kesenjangan yang cukup jauh antara siswa yang telah lancer dengan siswa yang masih terbata-bata. Solusi yang dilakukan yaitu membimbing siswa yang masih kesulitan dengan pendekatan motivasi, mengawali pembelajaran dengan ice breaking untuk mencairkan suasana, serta pengelolaan waktu pembelajaran yang lebih efektif.