Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP HUBUNGAN ANTARA GAYA KEPEMIMPINAN DENGAN KINERJA AUDITOR (Studi Empiris di KAP DIY) Septiyani Putri Astutik
Journal Competency of Business Vol 1 No 2 (2017): Journal Competency of Business
Publisher : Program Studi Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.537 KB) | DOI: 10.47200/jcob.v1i2.651

Abstract

Auditor’s performance is an important factor in wich determine quality of CPA firm. This made CPA firm need to improve their performance. Therefore this research analyses leadership style influence to auditor’s performance. This research also analyses the effect of organizational commitment and job satisfaction to relation between leadership style and auditor’s performance.The sampling technique applied is purposive sampling and research data is primary data colected by sending questionaire direct in various CPA firm in Yogyakarta. This research utilizes 48 junior auditor of 5 CPA firm in Yogyakarta. Test hypotesis done by using linear regression and Moderatde Regression Analysis (MRA). Result this research proved that leadership style affect the auditor’s performance significantly. This research also shows that organizational commitment cannot moderation relation between leadership style and auditor’s performance. For job satisfaction, this result proved that job satisfaction can moderation realtion between leadership style and auditor’s performance, but with negative affect.
HUBUNGAN TINGKAT PERTUMBUHAN EXCESS BAGGAGE CHARGE DENGAN PENDAPATAN PERUSAHAAN PADA MASKAPAI GARUDA INDONESIA RUTE DENPASAR-SINGAPURA DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL NGURAH RAI DENPASAR BALI PERIODE BULAN JANUARI SAMPAI DENGAN BULAN MARET 2012 Septiyani Putri Astutik
Jurnal Manajemen Dirgantara Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Manajemen Dirgantara, Desember 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.184 KB)

Abstract

Pelayanan jasa transportasi udara meliputi tiga fase, yaitu pre flight, in flight, dan post flight service, termasuk di dalamnya adalah excess baggage yang merupakan salah satu pelayanan sebelum terbang (Pre flight service). Excess Baggage Charge adalah charge atau sejumlah uang yang harus dibayarkan penumpang kepada pihakpengangkut (carrier) untuk bagasi yang terkena excess. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pertumbuhan excess baggagee charge dengan pendapatan perusahaan pada Maskapai Garuda Indonesia rute Denpasar-Singapore di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Denpasar Bali periode Bulan Januari sampai dengan Bulan Maret 2012. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data pendapatan excess baggage charge dan data pendapatan perusahaan rute Denpasar-Singapore periode Bulan Januari sampai dengan Bulan Maret 2012. Analisis data dan pengujian hipotesis dilkukan dengan menggunakan analisis korelasi melalui program SPSS for windows releas 15,0.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang kuat antara tingkat pertumbuhan excess baggage charge dengan pendapatan perusahaan pada Maskapai Garuda Indonesia rute Denpasar-Singapore di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Denpasar Bali, hal ini ditunjjukkan dengan hasil korelasi sebesar 0,581 dengan nilai signifikansi 0,004
Analisis Implementasi Standard Operating Procedure (SOP) Apron Movement Control dalam Pelayanan Pemanduan Kendaraan Di Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang Dimas Fakhrurozi; Septiyani Putri Astutik
Nian Tana Sikka : Jurnal ilmiah Mahasiswa Vol. 2 No. 4 (2024): Nian Tana Sikka : Jurnal ilmiah Mahasiswa
Publisher : Fakultas Ekonomi & Bisnis, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59603/niantanasikka.v2i4.438

Abstract

In serving aviation activities on the air side, the role and supervision required in managing airside traffic from the Apron Movement Control Unit or AMC. When monitoring and providing services on the air side, the AMC unit must comply with the main tasks and functions that have been determined in order to achieve the monitoring and service tasks in accordance with the Standard Operating Procedure (SOP) that has been determined in article 217 paragraph (1) of Law Number 1 of 2009 concerning flight. This research aims to find out how the SOP for Apron Movement Control (AMC) Personnel is implemented and what obstacles are faced by AMC Personnel in vehicle piloting services (VVIP vehicles, project vehicles, criminal vehicles) at Palembang's Sultan Mahmud Badaruddin II Airport. This research uses a qualitative approach with types and sources of data, namely primary data and secondary data. This research was carried out from August 2023 to February 2024 at Palembang's Sultan Mahmud Badaruddin II Airport. The results of this research are that the implementation of the Standard Operating Procedure (SOP) for Apron Movement Control in the Vehicle Guidance Service at Sultan Mahmud Badaruddin II Airport in Palembang went well and smoothly, apart from that there were several obstacles such as miscommunication between the AMC and other related parties. resulting in information being received repeatedly so that the information received by the AMC becomes inaccurate. And the lack of harmony between officials when leaving an event held airside can result in a lack of effectiveness in using the FOLLOW ME car.
Analisis Pengawasan Kedisplinan Petugas Marshaller Oleh Unit Apron Movement Control (AMC) Di Bandar Udara Supadio Pontianak Firman Islami Artin; Septiyani Putri Astutik
Indonesian Journal of Aviation Science and Engineering Vol. 1 No. 4 (2024): October
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjase.v1i4.3011

Abstract

Bandar Udara Supadio Pontianak, merupakan Bandara yang dikelola oleh PT. Angkasa Pura II. Bandara ini terletak di Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Bandara ini terdiri dari dua Kawasan utama, yaitu sisi darat dan udara. Apron Movement Control (AMC) merupakan unit yang bertanggung jawab dalam mengawasan pergerakan di sisi udara. Unit Apron Movement Control (AMC) bertanggung jawab dalam mengaturpergerakan pesawat udara, kendaraan, penumpang, serta barang di are apron, sekaligus memastikan keselamatan dan kesiplinan petugas di area tersebuttermasuk petugas marshaller. Berdasarkan observasi awal, ditemukanpelanggaran kedisiplinan yang dilakukan oleh petugas masrhaller yang berpotensi mengancam keselamatan kerta dan operasional Bandara. Pelanggaran tersebut berupa petugas tidak standby di lokasi pemarkiranpesawat, tidak menggunakan safety shoes. Penelitian ini dilakukan untukmengalisis pengawasan kedisiplinan petugas Marshaller oleh Unit AMC di Bandar Udara Supadio Pontianak dan upaya yang dilakukan oleh unit AMC dalam menangani pelanggaran kedisiplinan petugas marshaller. Penelitian inimenggunakan metode kualitatif.. Hasil penelitian menunjukkan pengawasankedisiplinan petugas Marhaller oleh unit AMC sudah dilakukan dengan baik. Unit AMC telah menerapkan berbagai metode pengawasan termasuk melaluipemantauan secara langsung dan melalui CCTV, Inspeksi rutin dan penerapanStandar Operational Procedure, dan memastikan bahwa petugas marshaller menjalankan tugasnya dengan benar. Namun masih ditemukan pelanggarankedisiplinan oleh petugas marshaller ini bukan disebabkan oleh kurangnyapengawasan unit Apron Movement Control (AMC), tetapi karena faktorpribadi dari petugas yang bersangkutan, seperti kurangnya rasa tanggungjawab, ketidakpatuhan terhadap aturan, atau sikap lalai.
Analisis Peran Kantor Otoritas Bandara Wilayah III dalam mengawasi Fasilitas Navigasi Penerbangan di Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya Kurniawan, Andhi; Putri Astutik, Septiyani
Aerospace Engineering Vol. 1 No. 2 (2024): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/aero.v1i2.2416

Abstract

Industri penerbangan adalah sektor ekonomi yang terkait dengan perancangan, produksi, operasi, dan pelayanan yang berkaitan dengan pesawat terbang dan seluruh aspek yang terkait dengan penerbangan. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah kemampuan sumber daya manusia dan peralatan yang terbatas di Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III dapat menunjang kinerja petugas saat melakukan pengawasan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan memanfaatkan data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menyimpulkan hasil bahwa Pengawasan pelayanan navigasi penerbangan di kantor otoritas bandar udara wilayah III Juanda Surabaya oleh petugas navigasi penerbangan telah dilaksanakan dengan baik, namun masih ada beberapa kendala yaitu kemampuan sumber daya manusia, finding, dan terbatasnya personil. Namun kantor otoritas bandar udara wilayah III dapat mengatasi kendala tersebut dengan beberapa solusi yaitu penambahan jumlah sumber daya manusia, melakukan pelatihan terhadap personil navigasi serta menerima personil baru berlisensi atau bersertifikasi. Keterbatasannya fasilitas peralatan navigasi di kantor otoritas bandar udara wilayah III tidak mempengaruhi kinerja petugas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan terbatasnya peralatan tidak menghambat kinerja petugas dalam melakukan pengawasan dan dapat menunjang kinerja petugas saat melakukan pengawasan.
Analisis Proses Kerja Petugas Aviation Security (Avsec) dalam Meningkatkan Keamanan Penerbangan di Bandar Udara Internasional Adisutjipto Yogyakarta Fajar Rio Hendra; Septiyani Putri Astutik
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2022): October 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.099 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i3.4100

Abstract

Abstrak Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan bagi keberhasilan atau kegagalan organisasi dalam mencapai tujuan. Manusia berperan sebagai penggerak dan penentu jalannya sebuah organisasi. Organisasi tidak akan berjalan tanpa peran manusia, meskipun berbagai faktor yang dibutuhkan tersedia. Oleh karena itu organisasi harus memberi perhatian yang baik terhadap sumber daya manusia yang dimilikinya, agar organisasi memiliki produktivitas yang tinggi. Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan suatu organisasi adalah kinerja sumber daya manusia atau karyawannya. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui peran petugas aviation security dalam meningkatkan keamanan di Bandar Udara Internasional Adisutjipto Yogyakarta dan mengetahui kendala yang dihadapi oleh perugas aviation security dalam meningkatkan keamanan di Bandar Udara Internasional Adisutjipto Yogyakarta. Desain penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data Primer yang digunakan dalam penelitian adalah data hasil wawancara dan hasil observasi. Data sekunder berupa data laporan informasi dari Bandar Udara Internasional Adisutjipto Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran petugas AVSEC dalam menjamin keamanan dan keselamatan penerbangan, yaitu memeriksa penumpang yang akan memasuki pesawat, memeriksa cabin crew, mengawasi kontrol ke sisi udara, memeriksa penumpang pesawat yang akan transit dan transfer, mengawasi jalur menuju pesawat, menertibkan kargo dan memeriksa barang-barang ilegal. Kendala yang dihadapi oleh petugas AVSEC saat pemeriksaan menemukan benda atau barang bawaan penumpang yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan. Kata Kunci: Petugas Aviation Security, Keamanan Penerbangan, Bandar Udara Internasional Adisutjipto Yogyakarta Abstract Human resources are one of the most decisice factors for the success or failure of an organization in achieving its goals. Humans play a role in driving and determining the course of an organization. Organizations will not run without the role of humans, even though various required factor are available. Therefore, the organization must pay good attention to its human resources, so that the organization has high productivity. One of the factors that influence the level of success of an organization is the performance of its human resources of employees. The purpose of this studi is to determine the role of aviation security officers in improving security at Yogyakara Adisutjipto International Airport and to find out the obstacles faced by aviation security officers in improving security at Yogyakarta Adisutjipto International Airport. The research design is descriptive with a qualitative approach. Primary data used in this research is data from interviews and observations. Secondary data in the form of informatioan report data from Yogyakarta Adisutjipto International Airport. The results showed that the role of AVSEC officers in ensuring flight security and safety, namely checking passengers who would enter the plane, checking cabin crew, supervising controls to the air side, checking airplane passengers who would transit and transfer, overseeing the route to the plane, controlling cargo and checking illegal goods. Obstacles faced by AVSEC officers during inspections found object or passanger luggage that could endanger flight safety. Keywords: Aviation Security Officer, Aviation Security, Yogyakarta Adisutjipto International Yogyakarta
Optimalisasi Pengawasan dan Penertiban Petugas Apron Movement Control Guna Meningkatkan Keamanan di Bandar Udara Internasional Komodo Labuan Bajo Imam Sutan Maulana; Septiyani Putri Astutik
Lokawati : Jurnal Penelitian Manajemen dan Inovasi Riset Vol. 3 No. 4 (2025): July : Jurnal Penelitian Manajemen dan Inovasi Riset
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/lokawati.v3i4.1865

Abstract

This study aims to examine the optimization efforts made by the Apron Movement Control (AMC) unit in supervising and regulating the movement of people and vehicles in the airside area of ​​Komodo International Airport, Labuan Bajo. The AMC unit is responsible for managing the movement of aircraft, people, and vehicles, including plotting parking stands, arranging ground handling, administering flight data, licensing airside vehicles, supervising engine run-up, apron cleanliness, and handling fuel spills. Supervision is carried out based on SOP, but in emergency situations such as aircraft skidding or unloading on the taxiway, the AMC must be able to adapt quickly to relevant safety procedures. This study uses a qualitative method with direct observation techniques, interviews with three AMC personnel, as well as SOP documentation and incident reports. The results show that the implementation of supervision and control has been running according to PM-IK standards. The focus of supervision includes aircraft movement, engine idle, GSE vehicle speed, completeness of worker PPE, and passenger arrangements to the aircraft. However, the main obstacle is the limited personnel which causes a high workload and supervision is not optimal, so that violations by service users or workers still occur and have the potential to endanger flight safety.
Analisis Kinerja Petugas Terminal Service Officer (TSO) Terhadap Pengawasan Fasilitas Pt Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional El Tari Kupang Gustania Dora Pereira Soares De Jesus; Septiyani Putri Astutik
Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen Vol. 1 No. 3 (2023): Juli : Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen
Publisher : CV. Aksara Global Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jkpim.v1i3.109

Abstract

The Terminal Service Officer, or better known as the Terminal Inspection Service, is a work unit tasked with supervising all facilities in the Land Side area of the airport, curb/sidewalk, parking area and terminal building. Before the airport operates, the Terminal Service Officer ensures or checks in advance whether all facilities are ready to operate or not, if one of these facilities is not ready, it will affect the operational processes of El Tari Kupang International Airport and can also pose a risk to the performance of TSO officers. . The purpose of this research is to find out the performance and efforts of Terminal Service Officers in resolving obstacles to facility monitoring at El Tari Kupang International Airport. This study used a qualitative descriptive method using data from interviews with 3 Terminal Service Officers, observation and documentation. The data analysis technique used in this study is data reduction, data presentation and drawing conclusions. Based on the results of this study, Terminal Service Officers (TSO) have duties and responsibilities that are in accordance with Standard Operating Procedures including facilities that are the responsibility of Terminal Service Officers, especially the land side area, passenger terminal and departure/arrival area, carry out routine checks supporting facilities to keep them operating properly. If in carrying out the supervision there is a damaged facility, it will be immediately coordinated with the unit concerned and repaired immediately.
Analisis Proses Kerja Petugas Aviation Security (Avsec) dalam Meningkatkan Keamanan Penerbangan di Bandar Udara Internasional Adisutjipto Yogyakarta Fajar Rio Hendra; Septiyani Putri Astutik
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2022): October 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.4100

Abstract

Abstrak Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan bagi keberhasilan atau kegagalan organisasi dalam mencapai tujuan. Manusia berperan sebagai penggerak dan penentu jalannya sebuah organisasi. Organisasi tidak akan berjalan tanpa peran manusia, meskipun berbagai faktor yang dibutuhkan tersedia. Oleh karena itu organisasi harus memberi perhatian yang baik terhadap sumber daya manusia yang dimilikinya, agar organisasi memiliki produktivitas yang tinggi. Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan suatu organisasi adalah kinerja sumber daya manusia atau karyawannya. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui peran petugas aviation security dalam meningkatkan keamanan di Bandar Udara Internasional Adisutjipto Yogyakarta dan mengetahui kendala yang dihadapi oleh perugas aviation security dalam meningkatkan keamanan di Bandar Udara Internasional Adisutjipto Yogyakarta. Desain penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data Primer yang digunakan dalam penelitian adalah data hasil wawancara dan hasil observasi. Data sekunder berupa data laporan informasi dari Bandar Udara Internasional Adisutjipto Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran petugas AVSEC dalam menjamin keamanan dan keselamatan penerbangan, yaitu memeriksa penumpang yang akan memasuki pesawat, memeriksa cabin crew, mengawasi kontrol ke sisi udara, memeriksa penumpang pesawat yang akan transit dan transfer, mengawasi jalur menuju pesawat, menertibkan kargo dan memeriksa barang-barang ilegal. Kendala yang dihadapi oleh petugas AVSEC saat pemeriksaan menemukan benda atau barang bawaan penumpang yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan. Kata Kunci: Petugas Aviation Security, Keamanan Penerbangan, Bandar Udara Internasional Adisutjipto Yogyakarta Abstract Human resources are one of the most decisice factors for the success or failure of an organization in achieving its goals. Humans play a role in driving and determining the course of an organization. Organizations will not run without the role of humans, even though various required factor are available. Therefore, the organization must pay good attention to its human resources, so that the organization has high productivity. One of the factors that influence the level of success of an organization is the performance of its human resources of employees. The purpose of this studi is to determine the role of aviation security officers in improving security at Yogyakara Adisutjipto International Airport and to find out the obstacles faced by aviation security officers in improving security at Yogyakarta Adisutjipto International Airport. The research design is descriptive with a qualitative approach. Primary data used in this research is data from interviews and observations. Secondary data in the form of informatioan report data from Yogyakarta Adisutjipto International Airport. The results showed that the role of AVSEC officers in ensuring flight security and safety, namely checking passengers who would enter the plane, checking cabin crew, supervising controls to the air side, checking airplane passengers who would transit and transfer, overseeing the route to the plane, controlling cargo and checking illegal goods. Obstacles faced by AVSEC officers during inspections found object or passanger luggage that could endanger flight safety. Keywords: Aviation Security Officer, Aviation Security, Yogyakarta Adisutjipto International Yogyakarta