Firman Islami Artin
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Pengawasan Kedisplinan Petugas Marshaller Oleh Unit Apron Movement Control (AMC) Di Bandar Udara Supadio Pontianak Firman Islami Artin; Septiyani Putri Astutik
Indonesian Journal of Aviation Science and Engineering Vol. 1 No. 4 (2024): October
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjase.v1i4.3011

Abstract

Bandar Udara Supadio Pontianak, merupakan Bandara yang dikelola oleh PT. Angkasa Pura II. Bandara ini terletak di Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Bandara ini terdiri dari dua Kawasan utama, yaitu sisi darat dan udara. Apron Movement Control (AMC) merupakan unit yang bertanggung jawab dalam mengawasan pergerakan di sisi udara. Unit Apron Movement Control (AMC) bertanggung jawab dalam mengaturpergerakan pesawat udara, kendaraan, penumpang, serta barang di are apron, sekaligus memastikan keselamatan dan kesiplinan petugas di area tersebuttermasuk petugas marshaller. Berdasarkan observasi awal, ditemukanpelanggaran kedisiplinan yang dilakukan oleh petugas masrhaller yang berpotensi mengancam keselamatan kerta dan operasional Bandara. Pelanggaran tersebut berupa petugas tidak standby di lokasi pemarkiranpesawat, tidak menggunakan safety shoes. Penelitian ini dilakukan untukmengalisis pengawasan kedisiplinan petugas Marshaller oleh Unit AMC di Bandar Udara Supadio Pontianak dan upaya yang dilakukan oleh unit AMC dalam menangani pelanggaran kedisiplinan petugas marshaller. Penelitian inimenggunakan metode kualitatif.. Hasil penelitian menunjukkan pengawasankedisiplinan petugas Marhaller oleh unit AMC sudah dilakukan dengan baik. Unit AMC telah menerapkan berbagai metode pengawasan termasuk melaluipemantauan secara langsung dan melalui CCTV, Inspeksi rutin dan penerapanStandar Operational Procedure, dan memastikan bahwa petugas marshaller menjalankan tugasnya dengan benar. Namun masih ditemukan pelanggarankedisiplinan oleh petugas marshaller ini bukan disebabkan oleh kurangnyapengawasan unit Apron Movement Control (AMC), tetapi karena faktorpribadi dari petugas yang bersangkutan, seperti kurangnya rasa tanggungjawab, ketidakpatuhan terhadap aturan, atau sikap lalai.