Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Baku Mutu Air Laut Untuk Pengembangan Wisata Bahari di Perairan Pantai Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur Haerudin, Haerudin; Putra, Agus Muliadi
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 3, No 1 (2019): Geodika, Volume 3, Nomor 1, 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.206 KB) | DOI: 10.29408/geodika.v3i1.1473

Abstract

Sebagai salah satu destinasi wisata di Kabupaten Lombok Timur yang saat ini sedang melakukan pengembangan wisata bahari , Pantai Labuhan Haji tidak lepas dari beberapa factor lingkungan yang akan mempengaruhi keberlangsungan pariwisata. Beberapa kondisi lingkungan di sekitar pantai yang berpotensi menjadi ancaman tersebut dibedakan menjadi alamidan antropogenik seperti pembangunan fisik pantai, dermaga, pengerukan pasir, dan rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan pantai. Penelitian ini merupakan salah satu upaya identifikasi parameter fisik dan kimia yang dilakukan pada 10 titik sample dengan metode purposive sampling. Data yang diamati adalah arus, kecerahan, suhu, pH, salinitas, oksigen terlarut, fosfat, nitrat, dan TSS. Data-data tersebut kemudian dibandingkan dengan KepMen LH Nomor 51 Tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Laut. Berdasarkan hasil perbandingan, parameter fisika yang tergolong kategori kurang memenuhi baku mutu adalah kecerahan. Hal ini disebabkan karena terdapatnya aliran sungai besar yang membawa partikel tersuspensi yang sangat banyak sehingga mendominasi tingkat visibilitas badan perairan sampai ke pantai. Berdasarkan parameter kimia,? jenis parameter yang melampaui ambang batas baku mutuadalah nitrat, posfat, dan TSS. Hal ini disebabkan karena masih banyaknya aktifitas masyarakat yang membuang limbah ke sungai seperti pertanian, peternakan, dan penambangan pasir didaerah hulu. Parameter fisika dan kimia selain yang disebutkan diatas tergolong kategori memenuhi.
Analisis Baku Mutu Air Laut Untuk Pengembangan Wisata Bahari di Perairan Pantai Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur Haerudin Haerudin; Agus Muliadi Putra
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 3, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v3i1.1473

Abstract

Sebagai salah satu destinasi wisata di Kabupaten Lombok Timur yang saat ini sedang melakukan pengembangan wisata bahari , Pantai Labuhan Haji tidak lepas dari beberapa factor lingkungan yang akan mempengaruhi keberlangsungan pariwisata. Beberapa kondisi lingkungan di sekitar pantai yang berpotensi menjadi ancaman tersebut dibedakan menjadi alamidan antropogenik seperti pembangunan fisik pantai, dermaga, pengerukan pasir, dan rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan pantai. Penelitian ini merupakan salah satu upaya identifikasi parameter fisik dan kimia yang dilakukan pada 10 titik sample dengan metode purposive sampling. Data yang diamati adalah arus, kecerahan, suhu, pH, salinitas, oksigen terlarut, fosfat, nitrat, dan TSS. Data-data tersebut kemudian dibandingkan dengan KepMen LH Nomor 51 Tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Laut. Berdasarkan hasil perbandingan, parameter fisika yang tergolong kategori kurang memenuhi baku mutu adalah kecerahan. Hal ini disebabkan karena terdapatnya aliran sungai besar yang membawa partikel tersuspensi yang sangat banyak sehingga mendominasi tingkat visibilitas badan perairan sampai ke pantai. Berdasarkan parameter kimia,  jenis parameter yang melampaui ambang batas baku mutuadalah nitrat, posfat, dan TSS. Hal ini disebabkan karena masih banyaknya aktifitas masyarakat yang membuang limbah ke sungai seperti pertanian, peternakan, dan penambangan pasir didaerah hulu. Parameter fisika dan kimia selain yang disebutkan diatas tergolong kategori memenuhi.
Sosialisasi Zero Waste dan coaching clinic pengolahan sampah di Desa Labuhan Haji Agus Muliadi Putra; Husnayati Hartini; Baiq Liana Widiyanti; Haerudin Haerudin
ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masayarakat Vol 2 No 1 (2021): ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/ab.v2i1.3569

Abstract

Every human activity will always produce residues called garbage and waste. Garbage is usually identical to the rest of daily processing in solid form, while waste is the rest of the processing in liquid. Both waste and garbage will continue to increase in line with increasing human activities and population growth. Changing the public's perspective on waste from being considered a waste material that has no benefits to being helpful is an integral part of Zero Waste education and socialization efforts. The purpose of this activity is to socialize the people of Labuhan Haji Village about Zero Waste. This socialization consists of three activities, namely: 1) education about Zero Waste materials; 2) demonstration or practice of processing waste cooking oil into candles and soap; 3) coaching clinic on waste management (collection, sorting, weighing, and analysis of waste composition). The method used is lecture, demonstration, practice, and discussion. Location of activities in Labuhan Haji Village and Lab. Environmental Engineering Study Program, Faculty of Engineering, Hamzanwadi University. The implementation of the activity showed an increase in knowledge and awareness of the importance of the Zero Waste program in the people of Labuhan Haji Village. In addition, the community can process used cooking oil into more valuable goods and process waste properly.
Eksplorasi Nilai-Nilai Edukasi Konservasi Mata Air pada Tradisi Ngalun Aik di Lombok Timur Armin Subhani; Muhammad Shulhan Hadi; Sri Agustina; Lalu Murdi; Haerudin Haerudin
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 10 No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v10i2.25803

Abstract

The Ngalun Aik tradition has strong roots and has become an identity in the life of the people of Aik Dewa Village. On the other hand, the spring in Aik Dewa Village not only acts as a source of clean water for daily needs but also plays an important role in local rituals and beliefs related to survival. Therefore, the role of local traditions such as Ngalun Aik is becoming increasingly important to explore and understand in spring conservation efforts. This research uses a qualitative approach to gain an understanding of the educational value of spring conservation in the Ngalun Aik tradition. The respondents in this research involved six male and four female key persons, representing religious leaders, traditional leaders, community leaders, and groups of young men and women. Based on documentation, observation, and interview findings, it can be concluded that the Ngalun Aik tradition in Aik Dewa Village is not only a cultural ritual but also a strong educational platform about the importance of environmental conservation and natural resource management. Through ritual processions, people express their appreciation for water sources as sacred gifts of nature. This tradition teaches the educational values of maintaining water quality, sustainable water management, and environmental awareness to the younger generation. Ngalun Aik also strengthens cultural ties, spirituality, and ecological awareness in the community.
PENGARUH PEMBERIAN POC LIMBAH CAIR INDUSTRI TEMPE TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI PAKCOY (Brassica rapa L.) DAN SAWI HIJAU (Brassica juncea L.) Saripa Siti Juleha JP Juleha JP; Haerudin; Husnayati Hartini
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi Lingkungan
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jtl.v4i1.33426

Abstract

Limbah cair dari industri tempe berpotensi mencemari lingkungan jika dibuang tanpa pengolahan, meskipun limbah ini mengandung unsur hara penting seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K), yang dapat digunakan sebagai bahan dasar pupuk organik cair (POC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi POC dari limbah cair industri tempe terhadap pertumbuhan pakcoy (Brassica rapa L.) dan sawi hijau (Brassica juncea L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (CRD) dengan tiga perlakuan: P0 (tanpa POC), P1 (POC 10%), dan P2 (POC 20%), dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman (cm) dan jumlah daun (helai) pada 15, 25, dan 35 hari setelah tanam (DAP). Data dianalisis menggunakan ANOVA satu arah diikuti dengan uji LSD 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Pupuk Organik (POC) secara signifikan mempengaruhi pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah daun pada kedua jenis sawi hijau. Perlakuan P2 (20%) menghasilkan hasil terbaik, dengan tinggi tanaman rata-rata 31 cm untuk pokchoy dan 30 cm untuk sawi hijau, dan masing-masing 17 dan 18 daun, pada 35 hari setelah tanam (DAP). Kandungan nutrisi dan senyawa organik hasil fermentasi dalam POC dari limbah cair tempe telah terbukti meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa POC dari limbah cair industri tempe dengan konsentrasi 20% merupakan dosis optimal untuk secara signifikan meningkatkan pertumbuhan pokchoy dan sawi hijau. Kata kunci: Pupuk Organik Cair, Limbah Tempe, Pakchoy, Sawi Hijau, Pertumbuhan Tanaman. Pengaruh Pupuk Organik Cair dari Limbah Industri Tempe terhadap Pertumbuhan Pakcoy (Brassica rapa L.) dan Sawi Hijau (Brassica juncea L.)