Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KOLABORASI PENTAHELIX DALAM PENGEMBANGAN SUSTAINABLE TOURISM BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT Fitri wahyuni; Pindo Riski Saputra
Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business Vol. 6 No. 1 (2026): Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business (2026)
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ifijeb.v6i1.6824

Abstract

Penelitian ini mengkaji kolaborasi Pentahelix antara pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, masyarakat, dan media dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Kabupaten ini menyimpan potensi wisata berbasis kearifan lokal yang cukup besar, namun pengembangan yang ada masih bersifat parsial dan tidak terkoordinasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitik melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi Pentahelix berhasil mendorong pengembangan destinasi wisata buatan di Kabupaten Tulang Bawang Barat dengan mengintegrasikan nilai budaya Lampung sebagai daya tarik utama. Hambatan utama meliputi lemahnya koordinasi lintas sektor, keterbatasan anggaran, serta rendahnya kapasitas SDM di tingkat desa. Penelitian menyimpulkan bahwa implementasi model Pentahelix yang efektif membutuhkan platform koordinasi yang formal dan berbasis regulasi daerah, bukan sekadar komunikasi informal. Temuan ini memperkuat pentingnya pelembagaan kolaborasi sebagai prasyarat pariwisata yang berkelanjutan.
METAVERSE DISRUPTION IN PUBLIC SERVICES: OPPORTUNITIES AND CHALLENGES IN BUILDING VIRTUAL GOVERNMENT IN WEST TULANG BAWANG DISTRICT Fitri Wahyuni
Journal of International Islamic Law, Human Right and Public Policy Vol. 4 No. 4 (2026): December - ON PROGRESS
Publisher : PT. Radja Intercontinental Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the disruption of the metaverse in public services, with a focus on the opportunities and challenges of building a virtual government in Tulang Bawang Barat Regency. The metaverse has emerged as a potential frontier in digital government transformation, offering immersive and interactive platforms for service delivery. However, its adoption in local government contexts, particularly in regions with medium digital maturity, remains underexplored. Using a qualitative approach with descriptive analysis, this study integrates secondary data from SPBE index assessments, demographic statistics, and policy documents, alongside a literature review on metaverse governance. Findings indicate that Tulang Bawang Barat has laid initial foundations for digital government through SPBE implementation. Nevertheless, three major gaps constrain metaverse adoption: digital infrastructure deficits, human resource capability gaps, and the absence of regulatory frameworks for virtual governance. The study concludes that building a virtual government requires a phased approach prioritizing foundational digital transformation before metaverse integration. Strategic recommendations include strengthening digital infrastructure, developing public sector digital competencies, and establishing ethical guidelines for virtual service delivery.