Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Assessing Local Economic Empowerment Governance through the Palangka Raya Economic Heroes Program Adithiya Wiradinatha Saputra; Febriomico Griando Rasan; Restu Marethya Pandra; Wayan Sulatri; Lola Kristina; Oktariangni Zega
Jurnal Kebijakan Publik Vol 17, No 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jkp.v17i2.9036

Abstract

Poverty remains a multidimensional issue affecting community welfare, particularly in access to economic opportunities, education, and social services. To address this issue, the Government of Palangka Raya implemented the Pahlawan Ekonomi Palangka Raya (PEP) Program as a community economic empowerment initiative aimed at reducing poverty through business assistance, entrepreneurship training, and mentoring. This study aims to analyze the governance of the PEP Program in poverty alleviation efforts in Palangka Raya. The research employed a qualitative method with a descriptive analytical approach. The subjects involved were representatives of the Social Service Office of Palangka Raya who directly participated in program management and implementation. Data were collected through interviews and documentation using interview guidelines and official supporting documents as research instruments. The data analysis process included data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the PEP Program contributed to improving community economic empowerment and supporting poverty alleviation through productive business development. However, challenges remain, including inaccurate beneficiary data, uneven program distribution, and weak monitoring systems. The study concludes that effective governance, transparency, and continuous evaluation are essential to improving program sustainability and effectiveness. The research also implies the importance of strengthening local government capacity and collaboration among stakeholders in implementing sustainable community empowerment policies effectively consistently.
Self Censorship dalam Kritik Kebijakan: Studi Kasus pada Kalangan Generasi Milenial dan Zilenial di Kota Palangka Raya pada Media Sosial Instagram Elsa Novianti; Adithiya Wiradinatha Saputra; Febriomico Griando Rasan; Edward Melio Bertho; Selmai
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 2: Agustus (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i2.2751

Abstract

Di era kontemporer, media sosial telah menjadi ruang utama masyarakat dalam memperoleh informasi, membangun opini, dan menyampaikan kritik terhadap kebijakan publik. Namun, tingginya penggunaan media sosial tidak selalu diikuti dengan keberanian masyarakat untuk menyampaikan pendapat secara terbuka. Banyak pengguna justru cenderung menjadi pengamat pasif karena adanya tekanan sosial, ketakutan terhadap respons negatif, serta kekhawatiran terhadap konsekuensi tertentu di ruang digital. Dalam laporan We Are Social dan Meltwater tahun 2025, jumlah pengguna media sosial di Indonesia mencapai lebih dari 180 juta pengguna atau sekitar 62,9% dari total populasi nasional, dengan Instagram menjadi salah satu platform yang paling banyak digunakan oleh generasi muda, khususnya generasi milenial dan zilenial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena self-censorship dalam kritik kebijakan pada generasi milenial dan zilenial di Kota Palangka Raya melalui media sosial Instagram. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi online dan wawancara mendalam terhadap 12 informan yang berdomisili di Kota Palangka Raya. Pemilihan informan dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Wawancara dilakukan secara semi terstruktur dengan teknik open-ended interview sehingga informan dapat menjelaskan pengalaman dan pandangannya secara lebih mendalam. Analisis data menggunakan model Miles & Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram di Kota Palangka Raya tidak hanya digunakan sebagai sumber informasi terkait isu kebijakan, politik, dan persoalan sosial, tetapi juga menjadi ruang untuk mengamati opini publik. Meskipun demikian, mayoritas generasi milenial dan zilenial cenderung menjadi pengamat pasif karena takut terhadap hujatan, dominasi opini mayoritas, risiko kesalahpahaman, konsekuensi hukum, serta kebutuhan menjaga citra diri dan relasi sosial. Self-censorship dilakukan melalui berbagai strategi, seperti memilih diam, menggunakan bahasa simbolis, membatasi interaksi di ruang publik, serta memindahkan diskusi ke ruang privat seperti close friends, second account, direct message, dan grup kecil. Fenomena ini berdampak pada menurunnya kualitas diskusi publik dan munculnya keseragaman opini semu di media sosial.