Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

STRATEGI PEMERINTAH DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN DAN PENANGANAN PERMUKIMAN KUMUH DI KAWASAN MENDAWAI KOTA PALANGKA RAYA Edward Melio Bertho; Nadya Grestyana
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 6 No 1 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v6i1.1357

Abstract

Penelitian ini dilakukan guna mengetahui strategi dari Pemerintah Daerah dalam penanganan banjir di permukiman kumuh di Kawasan Mendawai dan selain itu guna mengukur seberapa besar partisipasi masyarakat dalam mencegah dan meningkatkan kualitas permukiman di Kawasan Mendawai. Manfaat dari penelitian ini adalah meningkatkan kualitas tata kelola permukiman dalam menangani banjir di Kawasan Mendawai serta mencegah dan mengurangi tingkat kekumuhan permukiman di Kawasan Mendawai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Adapun hasil dari penelitian menunjukkan bahwa adanya peran serta dari pemerintah berupa memberikan sebuah program KOTAKU di kawasan permukiman Mendawai Kota Palangka Raya dan minimnya partisipasi masyarakat dalam melakukan penataan dan pengelolaan permukiman yang berada di Kawasan Mendawai Kota Palangka Raya melalui Program KOTAKU.
Rasionalitas Pemilih Pemula di Kota Palangka Raya dalam Mengikuti Proses Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2024 Vivi friskilia; M. Zainuddin Lutfi Fauzi; Edward Melio Bertho; Yonatan Ari Santoso
Journal Ilmu Sosial, Politik dan Pemerintahan Vol. 13 No. 2 (2024): JISPAR
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jispar.v13i2.14700

Abstract

Pemilhan umum adalah hak setiap masyarakat untuk terlibat aktif dalam setiap kegiatan dalam pemilihan umum, banyak rangkaian kegiatan yang bisa diikuti oleh masyarakat, hal ini juga yang dilakukan oleh pemilih pemula dikota palangkaraya dalam kegiatan pemilihan umum serentak tahun 2024. Pemilih pemula dikota palangkaraya terlibat aktif dalam mengikuti proses pemilihan umum. Hal ini dilakukan karena pemilih pemula ingin mengkespresikan suara yang dimiliki dalam proses pemilihan umum tahun 2024. Penelitiam ini menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu dengan menarik kesimpulan terhadap hasil wawancara yang dilakukan dengan beberapa informan yang sudah dipilih sesuai dengan kriteria tertentu. Untuk teknik pemilihan informan menggunakan tekni snowball dikarenakan masih tertutupnya masyarakat yang bersedia untuk diwawancara sehingga dengan teknik snowball tersebut didapatkan petunjuk dari informan yang sudah diwawancarai untuk mewawancara informan selanjutnya sampai hasil wawancara dianggap jenuh. Terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan oleh pemilih pemula dikota palangkaraya, yakni pemilih pemula mengumpulkan informasi politik terkait dengan pemilu untuk dijadikan refensi dalam menentukan pilihan di bilik susara, selain itu pemilih pemula dikota panagkaraya juag aktif menyaksikan debat politik yang disisrakan secara langsung di televise nasional dan juga saluran youtube dan pemilih pemula dikota paangkaraya juga mengikuti kampanye politik dalam rangka memberikan dukungan politik secara langsung dalam proses pemilihan umum tahun 2024. Yang terakhir pemilih pemula memberika dukungan secara voting kepada kontestan politik dengan memeberikan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Sosialisasi Sustainable Development Goals (SDGs) Desa di Desa Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah Sri Mujiarti Ulfah; Syamsuri; Marvy Ferdian Agusta Sahay; Ummu Habibah Gaffar; Nadya Grestyana; Edward Melio Bertho; Puput Ratnasari
Jurnal Pengabdian Kampus Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Kampus
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpmupr.v11i1.13391

Abstract

Development in rural areas is still a chore that must be completed, in tandem with capacity building activities and community empowerment in rural areas so that they are empowered and strengthen their economic activities which will have an impact on their welfare. SDGs Desa is a derivative program from the SDGs issued by the United Nations. SDGs Desa is a policy to accelerate the achievement of the Sustainable Development Goals which have 18 goals. The village government is expected to be able to make the right program as evidenced by the commitment to use village funds for development in the village. In addition, the village government needs to build synergies with the community so that the existence of village communities is not an object of development but also a subject, so that the existence of village communities is able to contribute actively to support Village SDGs. One of them is the village of Ujung Pandaran.
Implementasi Kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka pada Perguruan Tinggi di Kalimantan Tengah: The Policy Implementation of the Merdeka Belajar-Kampus Merdeka Program at Universities in Central Kalimantan Sahay, Marvy Ferdian Agusta; Syamsuri, Syamsuri; Ulfah, Sri Mujiarti; Jaya, Imanuel; Ratnasari, Puput; Gaffar, Ummu Habibah; Angela, Vivi Friskila; Bertho, Edward Melio
Anterior Jurnal Vol. 23 No. 3 (2024): Anterior Jurnal
Publisher : ​Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/anterior.v23i3.7338

Abstract

One of today's common problems is the high unemployment rate, dominated by university graduates. The Independent Learning Independent Campus (MBKM) program emerges as a policy response to answering this problem by attempting to make a link and match between learning in higher education and the needs in the world of work. This study aims to investigate how the MBKM policy has been implemented in several universities in Central Kalimantan. The study was conducted using a qualitative method by taking loci in three large universities in Central Kalimantan. The results found that several problems hinder the implementation of the MBKM Program.
Peran Damang Kepala Adat Dalam Perkawinan Adat Dayak Ngaju Di Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah Jaya, Imanuel; Rasan, Febriomico Griando; Bertho, Edward Melio
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 7 No 1 (2024): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v7i1.2429

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Damang Kepala Adat dalam perkawinan adat Dayak Ngaju di Kecamatan Jekan Raya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif secara purposive sampling yang terdiri dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Damang Kepala Adat dalam perkawinan adat Dayak Ngaju, yaitu : (1) sebagai moderator dalam dialog atau pembicaraan pihak mempelai dalam penentuan dan pemenuhan jalan hadat berdasarkan kemampuan dan kesepakatan pihak mempelai; (2) menjelaskan jalan hadat dan makna perkawinan adat secara arif dan bijaksana serta membantu pihak keluarga mempelai dalam merumuskan perjanjian - perjanjian perkawinan menurut adat Dayak; (3) menyaksikan pemenuhan hukum adat perkawinan menurut adat Dayak; (4) Damang Kepala Adat berkuasa penuh dalam menerbitkan surat keterangan perkawinan secara adat; (5) sebagai mediator atau memandu jalannya pelaksanaan pemenuhan perkawinan adat; (6) sebagai hakim adat dalam menengahi konflik bahkan penyimpangan dan menyelesaikan masalah baik masalah dalam tahapan menuju perkawinan maupun paska perkawinan.
Pelaksanaan Fungsi Pengawasan Badan Permusyarawatan Desa (BPD) dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (Studi Pada Desa Tabore Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas) Yoga; Jaya, Imanuel; Bertho, Edward Melio
Wacana: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Interdisiplin Vol. 12 No. 1 (2025): Wacana: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Interdisiplin
Publisher : Jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Palanfka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/wacana.v12i1.21484

Abstract

The implementation of the supervisory function by the Village Consultative Body (BPD) plays a crucial role in supporting the creation of transparent, accountable, and participatory village governance. BPD functions as a representative institution of the village community that oversees the administration of government, including the management of village finances and the implementation of public policies at the village level. However, in practice, various challenges still hinder the optimal execution of this function. This study aims to examine in depth the implementation of the supervisory function of BPD in Tabore Village, Mantangai Subdistrict, Kapuas Regency. The study uses a qualitative approach with a descriptive case study method. Data were collected through observation, in-depth interviews, documentation, and literature review. The research informants consist of village government officials, BPD members, and community leaders. Data analysis was conducted using Miles and Huberman’s interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The results show that the BPD of Tabore Village has carried out its supervisory functions in accordance with the theory of Juliantara (2005) as cited in Ngga (2022), which includes: (1) supervision of the implementation of Village Regulations, (2) supervision of the Village Revenue and Expenditure Budget (APBDes), and (3) supervision of decisions made by the Village Head. These three aspects have been implemented effectively by the BPD, which also actively involves the community in village deliberations as a form of transparency and public accountability. Nevertheless, the effectiveness of supervision still needs to be improved, particularly through institutional capacity building, enhancing the quality of community participation, and strengthening the synergy between BPD and the Village Government to achieve optimal and responsive village governance.
Partisipasi Masyarakat Dalam Musrenbang Di Desa Kuala Kuayan Kecamatan Mentaya Hulu Kotawaringin Timur Tahun 2023 Selvia, Fitriana; Ayu, Katriani Puspita; Bertho, Edward Melio; Pratama, Rio
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i2.2025.1172-1183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi masyarakat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Desa Kuala Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam dengan 25 informan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat dalam Musrenbang di Desa Kuala Kuayan masih tergolong rendah dengan tingkat kehadiran hanya 50-60% dari total undangan dan didominasi oleh elite desa. Partisipasi masyarakat berada pada level "tokenisme" menurut tangga partisipasi Arnstein, yang dipengaruhi oleh faktor internal seperti tingkat pendidikan (70% berpendidikan SD-SMP), pekerjaan sebagai petani (85%), dan kesadaran masyarakat yang rendah, serta faktor eksternal seperti kepemimpinan top-down, komunikasi yang tidak efektif, dan kurangnya transparansi pemerintah desa. Penelitian ini merekomendasikan perlunya transformasi pendekatan Musrenbang dari formal-administratif menjadi partisipatif-dialogis, peningkatan kapasitas masyarakat dan aparatur desa, serta penguatan mekanisme transparansi dan akuntabilitas
Analisis Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Masyarakat Pada Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Palangka Raya Bertho, Edward Melio; Agusta Sahay, Marvy Ferdian; Griando Rasan, Febriomico; Angela, Vivi Friskila; Christina, Meilianna Devita
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i4.2025.2203-2211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengelolaan layanan pengaduan masyarakat di DPMPTSP Kota Palangka Raya menggunakan indikator-indikator dari teori pengelolaan pengaduan yakni facilitation, timeliness, redress, apology, credibility, dan attentiveness. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Kesimpulan yang didapatkan yakni dari dimensi facilitation, menunjukkan masih terbatasnya fasilitas fisik dan digital yang dapat mendukung proses pengaduan. Dimensi timeliness menunjukkan bahwa keterlambatan dalam penanganan aduan menandakan perlunya reformasi prosedural dan penggunaan sistem pemantauan berbasis teknologi. Dimensi redress memperlihatkan bahwa perbaikan yang dilakukan masih bersifat administratif dan belum menjadi bagian dari pembelajaran organisasi. Dari aspek apology, permintaan maaf dari aparatur kepada pengadu sudah dilakukan secara sopan dan empatik. Pada dimensi credibility, sistem pengawasan dan tanggung jawab belum berjalan secara sistemik. Dimensi terakhir, attentiveness, memperlihatkan bahwa empati dan keramahan petugas pelayanan mencerminkan kesadaran individu untuk menjaga citra lembaga. saran pengembangan diarahkan pada empat ranah strategis yaitu kebijakan, teknologi, sumber daya manusia, dan budaya organisasi
FENOMENA GOLPUT MASYARAKAT PERKOTAAN (Studi Kasus Pilkada Kota Surabaya 2020) Edward Melio Bertho; M. Zainuddin Lutfi Fauzi; Vivi Friskila
Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP)
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilihan Kepala daerah adalah cara paling demokratis untuk memilih calon kepala daerah yang akan menduduki jabatan di sebuah kota atau Provinsi, hal ini harus mendapat dukungan mayoritas suara untuk ditentukan sebagai pemenang dalam kontestasi politik yang berlangsung 5 tahunan tersebut. Namun Fenomena Golput masih menjadi masalah bagi banyak daerah dalam proses pemilihan umum. Hal ini tentu menjadi pekerjaan rumah yang tidak mudah bagi berbagai kelompok yang berkepentingan dengan hasil Pemilu tersebut. Tidak terkecuali yang terjadi di Kota Metropolitan Surabaya, kota yang ditunjang dengan berbagai fasilitas dan kemajuan diberbagai bidang tersebut masih terdapat Golput yang sangat tinggi yang terjadi dalam Pemilu kepala daerah. Sebanyak 40% masyarakat tidak menggunakan hak pilihnya dalam proses Pemilukada tahun 2020 tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu dengan menarik kesimpulan terhadap hasil wawancara yang dilakukan dengan beberapa informan yang sudah dipilih sesuai dengan kriteria tertentu. Untuk teknik pemilihan informan menggunakan tekni snowball dikarenakan masih tertutupnya masyarakat yang bersedia untuk diwawancara sehingga dengan teknik snowball tersebut didapatkan petunjuk dari informan yang sudah diwawancarai untuk mewawancara informan selanjutnya sampai hasil wawancara dianggap jenuh. Terdapat beberapa alasan masyarakat tidak menggunakan hak pilihnya dalam pemilukada Surabaya tahun 2020 yakni masih rendahnya pengetahuan masyarakat tentang politik dan pemilu kada sehingga masyarakat tidak tertarik untuk menggunakan hak pilihnya. Selanjutnya adalah masyarakat kecewa dengan hasil pemilukada yang pernah berlangsung dan dianggap tidak memenuhi harapan masyarakat dan masyarakat menganggap Golput adalah pilihan paling rasional dan masuk akal ketika mengaggap calon yang maju dalam pemilukada tidak ada yang sesuai dengan keinginan masyarakat.
Implementasi Kebijakan Retribusi Sektor Pariwisata di Objek Wisata Kereng Bangkirai Diman, Afinsa Leluni; Syamsuri; Edward Melio Bertho
Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 11 No. 1 (2025): (JAP) Jurnal Administrasi Publik
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jap.v11i1.21038

Abstract

Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penggunaan penelitian deskriptif ini digunakan karena merupakan metode yang efektif untuk peneliti memahami fenomena sosial dengan cara mendeskripsikan dan menguraikan data secara apa adanya. Fokus penelitian ini diambil berdasarkan model implementasi kebijakan yang dikemukakan oleh Model George C. Edward III. 4 (empat) variabel yang mempengaruhi implementasi kebijakan yakni komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Kebijakan Retribusi Sektor Pariwisata Di Objek Wisata Kereng Bangkirai sudah berjalan dengan optimal. Hal ini dilihat dari komunikasi yang sudah terpenuhi dengan baik, sumber daya di mana fasilitas sarana dan prasarana sudah cukup memadai, disposisi sudah saling melengkapi dengan adanya pengangkatan birokrasi mereka tetap diberikan insentif, dan struktur birokrasi yang sudah terpenuhi dengan baik. Terdapat juga faktor pedukungnya seperti Peraturan Daerah (Perda), peran dan keterlibatan mastarakat setempat dan stakeholder lain, pos pusat informasi, adanya sosialisasi dan tersedianya wahana-wahana wisata yang memadai. Sedangkan faktor penghambatnya adalah tidak adanya pelatihan khusus untuk para karyawan, dan banyaknya pengunjung atau wisatawan yang kurang mengetahui terkait retribusi daerah.