Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu strategi yang ditempuh untuk memperkuat perekonomian masyarakat melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha. Desa Bawomataluo, Kabupaten Nias Selatan, memiliki potensi UMKM kerajinan yang cukup berkembang karena didukung oleh kekayaan budaya lokal yang menjadi daya tarik wisata. Meskipun demikian, pelaku UMKM masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan modal, pemasaran, inovasi produk, dan pemanfaatan teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pemberdayaan UMKM kerajinan dalam meningkatkan pendapatan masyarakat di Desa Bawomataluo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan dipilih secara purposive yang meliputi pemerintah desa, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, dan pihak lain yang memahami pelaksanaan program pemberdayaan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan UMKM memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan pelaku usaha, kualitas produk, kemampuan pemasaran, serta pendapatan masyarakat. Namun, efektivitas program masih dipengaruhi oleh keterbatasan akses permodalan, rendahnya pemanfaatan teknologi digital, dan belum optimalnya pendampingan usaha secara berkelanjutan. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah desa, pelaku UMKM, dan pemangku kepentingan lainnya perlu terus diperkuat agar pemberdayaan UMKM mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.