Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tradisi Pembuatan Jukung Sewangi: Kajian Warisan Budaya Takbenda melalui Perspektif Social Models Andhika Yudha Pratama; Dini Putri Ratna Meritasari; Wiji Astuti; Daya Negri Wijaya
MIMESIS Vol. 7 No. 2 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mms.v7i2.16785

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pewarisan pengetahuan tradisional dalam tradisi pembuatan Jukung Sewangi di Pulau Sewangi, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan melalui perspektif Social Models sebagai kerangka pembelajaran sosial dalam pewarisan budaya antargenerasi. Kesenjangan penelitian ini terletak pada tradisi pembuatan jukung sebagai warisan budaya takbenda menghadapi tantangan berupa menurunnya jumlah pengrajin serta rendahnya minat generasi muda untuk melanjutkan keterampilan tradisional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pengrajin senior, generasi muda, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pewarisan pengetahuan tradisional berlangsung melalui mekanisme observasi terhadap pengrajin senior sebagai model sosial, imitasi keterampilan dalam proses pembuatan jukung, partisipasi langsung melalui praktik learning by doing, serta penguatan sosial yang diperoleh dari lingkungan komunitas pengrajin. Proses tersebut tidak hanya mentransmisikan pengetahuan dan keterampilan teknis pembuatan jukung, tetapi juga menginternalisasikan nilai-nilai budaya, identitas maritim, dan solidaritas sosial masyarakat Banjar. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa perspektif Social Models mampu menjelaskan keterkaitan antara proses pembelajaran sosial dan keberlanjutan warisan budaya takbenda. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian pewarisan budaya dengan menunjukkan bahwa keberlanjutan tradisi tidak semata ditentukan oleh transfer keterampilan teknis, tetapi juga oleh pembentukan identitas dan relasi sosial yang berlangsung melalui interaksi antargenerasi dalam komunitas budaya. 
Pemanfaatan Situs Air Panas Songgoriti sebagai Inovasi Sumber Belajar Sejarah Lokal bagi Guru MGMP Kota Batu Deny Yudo Wahyudi; Daya Negri Wijaya; Andhika Yudha Pratama; Nayla Cahaya Kirani; Labuda Shofiya Ananda; Anisa Musyaroful Ikhrom
Buletin Dharmas Andalas Vol. 3 No. 2 (2026): Buletin Dharmas Andalas
Publisher : Departemen Budidaya Tanaman Perkebunan, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bda.v3i2.91

Abstract

The utilization of local history as a learning resource represents an important approach to fostering contextual and meaningful history education. Nevertheless, the potential of local historical heritage in Batu City, particularly the Songgoriti Hot Spring Site, has not yet been optimally incorporated into history teaching practices. This article aims to describe the implementation of a community engagement program designed to enhance the professional competence of history teachers affiliated with the Batu City History Teachers’ Association (MGMP) in utilizing the Songgoriti Hot Spring Site as an innovative local history learning resource. The program was implemented through three stages: pre-activity, activity implementation, and post-activity. The pre-activity stage included an assessment of the partners’ problems and needs, as well as the preparation of instructional materials and media. During the implementation stage, participants received three sessions covering the archaeological heritage potential of Batu City, Songgoriti: Findings, Restoration, Utilization Potential, and Challenges, and Artificial Intelligence and Its Use in History Education, followed by discussion and question-and-answer sessions. The post-activity stage included evaluation and planning for follow-up activities with the partners. The findings indicate that the program provided teachers with insights into the history and potential of the Songgoriti Hot Spring Site, as well as the use of artificial intelligence to support history education while maintaining information verification. The program also supports the development of contextual history learning resources through the utilization of cultural heritage in the surrounding environment.