Sri Mulyani
Universitas Awal Bros

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN STRES KERJA DENGAN KUALITAS TIDUR PERAWAT RAWAT INAP Umi Eliawati; Rachmawaty M. Noer; Sri Mulyani
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/keperawatan.v9i1.6470

Abstract

Latar belakang: Stres kerja dan gangguan tidur sering dialami perawat rawat inap karena tuntutan pelayanan berkelanjutan, tanggung jawab terhadap keselamatan pasien, beban emosional, dan sistem kerja shift. Kondisi tersebut dapat mengurangi kebugaran, konsentrasi, serta kesiapan perawat dalam memberikan asuhan yang aman. Tujuan: Mengetahui hubungan stres kerja dengan kualitas tidur pada perawat rawat inap sebagai dasar perbaikan kesehatan kerja berkelanjutan. Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang ini melibatkan 157 perawat dari populasi 259 perawat pada 12 ruang rawat inap. Sampel dipilih menggunakan proportionate stratified random sampling. Stres kerja diukur menggunakan Expanded Nursing Stress Scale dan kualitas tidur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square pada tingkat kemaknaan 5%. Hasil: Sebanyak 114 perawat (72,6%) mengalami stres kerja dan 112 perawat (71,3%) memiliki kualitas tidur buruk. Uji Chi-Square menunjukkan hubungan signifikan antara stres kerja dan kualitas tidur (p=0,035), dengan OR=0,389. Nilai tersebut menunjukkan bahwa perawat yang mengalami stres kerja memiliki risiko sekitar 2,5 kali lebih besar mengalami kualitas tidur buruk dibandingkan perawat yang tidak mengalami stres kerja. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara stres kerja dan kualitas tidur perawat rawat inap. Manajemen rumah sakit disarankan melakukan pengelolaan stres melalui evaluasi rasio perawat–pasien, penataan sistem shift, pengurangan beban administratif, skrining stres, dan konseling berkala.