Bencana dapat menimbulkan dampak psikologis jangka panjang, salah satunya Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD). Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai PTSD dapat menyebabkan keterlambatan dalam mengenali gejala dan mencari pertolongan, sehingga diperlukan edukasi sebagai upaya meningkatkan literasi kesehatan mental pada penyintas pascabencana.Tujuan: Mengetahui edukasi PTSD dalam meningkatkan pengetahuan penyintas pasca bencana.Metode PKM dilaksanakan pada 5 Juli 2025 di Komplek Pasir Putih, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, dengan jumlah responden sebanyak 30 orang yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah pemberian edukasi.Dengan Hasil Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (63,3%), berusia 36–50 tahun (43,3%), berpendidikan SMA (36,7%), dan bekerja sebagai ibu rumah tangga (36,7%). Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 11,83 pada pretest menjadi 17,27 pada posttest, dengan peningkatan sebesar 5,44 poin (±46%). Proporsi responden dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 20,0% menjadi 86,7%, sedangkan kategori pengetahuan kurang menurun dari 30,0% menjadi 0%..Kesimpulan: Edukasi PTSD efektif meningkatkan pengetahuan penyintas pascabencana mengenai pengertian, gejala, faktor risiko, dan penanganan awal PTSD. Edukasi kesehatan mental perlu menjadi bagian dari upaya pemulihan psikososial pascabencana untuk meningkatkan deteksi dini, mengurangi stigma, dan mendorong pencarian bantuan secara tepat waktu.Kata kunci: edukasi, Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD), penyintas bencana,kesehatan mental.