Banjir bandang yang terjadi di Kelurahan Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Kota Padang tidak hanya mengakibatkan kerusakan fisik, tetapi juga menimbulkan dampak psikologis berupa stres, kecemasan, ketakutan, dan trauma pada masyarakat terdampak. Keterbatasan tenaga kesehatan jiwa menyebabkan pelayanan dukungan psikososial belum dapat menjangkau seluruh penyintas secara optimal. Oleh karena itu, pemberdayaan Kader Kesehatan Jiwa (KASERWA) menjadi salah satu strategi untuk memperkuat pelayanan kesehatan jiwa berbasis komunitas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas KASERWA dalam memberikan trauma healing berbasis komunitas kepada masyarakat pascabencana. Metode yang digunakan adalah pendekatan community empowerment dengan Participatory Action Approach melalui tahapan sosialisasi, pelatihan kader, implementasi trauma healing, pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Pelatihan diberikan menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi, simulasi, role play, dan praktik lapangan mengenai kesehatan jiwa pascabencana, Psychological First Aid, skrining psikososial, komunikasi terapeutik, teknik relaksasi, grounding, terapi bermain, serta psikoedukasi keluarga. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest–posttest, observasi keterampilan kader, dan monitoring pelaksanaan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam memberikan trauma healing berbasis komunitas. Kader mampu melakukan deteksi dini masalah psikososial, memberikan dukungan psikologis dasar, melaksanakan psikoedukasi keluarga, serta melakukan rujukan sesuai kewenangannya. Pelaksanaan trauma healing juga meningkatkan partisipasi masyarakat serta membantu mengurangi keluhan psikologis penyintas. Program ini menunjukkan bahwa pemberdayaan KASERWA merupakan pendekatan yang efektif dan berkelanjutan dalam memperkuat layanan kesehatan jiwa berbasis komunitas di wilayah rawan bencana.Kata kunci: trauma healing, kader kesehatan jiwa, pemberdayaan masyarakat, kesehatan jiwa, bencana banjir.