Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan gaya hidup Gen-Z di era digital di Desa Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, dengan fokus pada perubahan pola interaksi sosial, perubahan sosial budaya, dampak modernisasi terhadap pola pikir dan perilaku, serta proses terbentuknya gaya hidup Gen-Z dalam perspektif Sosiologi Pedesaan dan Perkotaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap informan Gen-Z di Desa Sukosewu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan teknologi digital, khususnya smartphone dan media sosial, telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan sosial Gen-Z. Perubahan tersebut terlihat dari pergeseran pola interaksi sosial dari komunikasi tatap muka menuju interaksi hybrid yang menggabungkan ruang fisik dan ruang digital. Media sosial juga berperan sebagai agen utama globalisasi budaya yang mempercepat masuknya budaya global ke lingkungan pedesaan, sehingga terjadi hibridisasi antara budaya lokal dan budaya digital global dalam kehidupan sehari-hari Gen-Z. Selain itu, modernisasi memberikan dampak yang bersifat ganda. Dampak positifnya meliputi meningkatnya kreativitas, kemampuan digital, serta munculnya peluang ekonomi berbasis media sosial. Sementara itu, dampak negatifnya meliputi kecenderungan individualisme, ketergantungan terhadap smartphone, serta perubahan pola penggunaan waktu yang mempengaruhi interaksi sosial dalam keluarga dan masyarakat. Dalam perspektif Sosiologi Pedesaan dan Perkotaan, perubahan ini menunjukkan bahwa Desa Sukosewu telah terintegrasi dalam sistem sosial global, sehingga batas antara desa dan kota menjadi semakin kabur dalam praktik kehidupan sosial. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial pada Gen-Z di Desa Sukosewu merupakan proses transformasi sosial yang bersifat dinamis, adaptif, dan multidimensional yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi digital dan arus globalisasi.