Faridatul Lailiyah
Institut Agama Islam Al-Fatimah, Bojonegoro

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perubahan Gaya Hidup Gen-Z pada Era Digital di Desa Sukosewu, Bojonegoro, Jawa Timur Deni Pratiwi; Faridatul Lailiyah
Journal of Social Studies Education and Humanities Research Vol. 3 No. 1 (2026): June
Publisher : Institut Agama Islam Al-Fatimah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan gaya hidup Gen-Z di era digital di Desa Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, dengan fokus pada perubahan pola interaksi sosial, perubahan sosial budaya, dampak modernisasi terhadap pola pikir dan perilaku, serta proses terbentuknya gaya hidup Gen-Z dalam perspektif Sosiologi Pedesaan dan Perkotaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap informan Gen-Z di Desa Sukosewu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan teknologi digital, khususnya smartphone dan media sosial, telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan sosial Gen-Z. Perubahan tersebut terlihat dari pergeseran pola interaksi sosial dari komunikasi tatap muka menuju interaksi hybrid yang menggabungkan ruang fisik dan ruang digital. Media sosial juga berperan sebagai agen utama globalisasi budaya yang mempercepat masuknya budaya global ke lingkungan pedesaan, sehingga terjadi hibridisasi antara budaya lokal dan budaya digital global dalam kehidupan sehari-hari Gen-Z. Selain itu, modernisasi memberikan dampak yang bersifat ganda. Dampak positifnya meliputi meningkatnya kreativitas, kemampuan digital, serta munculnya peluang ekonomi berbasis media sosial. Sementara itu, dampak negatifnya meliputi kecenderungan individualisme, ketergantungan terhadap smartphone, serta perubahan pola penggunaan waktu yang mempengaruhi interaksi sosial dalam keluarga dan masyarakat. Dalam perspektif Sosiologi Pedesaan dan Perkotaan, perubahan ini menunjukkan bahwa Desa Sukosewu telah terintegrasi dalam sistem sosial global, sehingga batas antara desa dan kota menjadi semakin kabur dalam praktik kehidupan sosial. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial pada Gen-Z di Desa Sukosewu merupakan proses transformasi sosial yang bersifat dinamis, adaptif, dan multidimensional yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi digital dan arus globalisasi.
Pengaruh Penggunaan Media Sosial Terhadap Interaksi Sosial Remaja di Desa Sidonganti Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban Italia; Faridatul Lailiyah
Journal of Social Studies Education and Humanities Research Vol. 3 No. 1 (2026): June
Publisher : Institut Agama Islam Al-Fatimah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media sosial terhadap interaksi sosial remaja di Desa Sidonganti Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 30 remaja yang aktif menggunakan media sosial. Analisis data dilakukan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, regresi linear sederhana, uji t, dan koefisien determinasi dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial berpengaruh signifikan terhadap interaksi sosial remaja. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05 sehingga hipotesis alternatif diterima. Hasil koefisien determinasi menunjukkan bahwa penggunaan media sosial memberikan kontribusi sebesar 38,5% terhadap interaksi sosial remaja, sedangkan 61,5% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Berdasarkan Teori Pertukaran Sosial George Homans, remaja cenderung menggunakan media sosial karena memberikan berbagai manfaat, seperti kemudahan komunikasi, akses informasi, dan perluasan jaringan sosial. Oleh karena itu, penggunaan media sosial dapat memberikan dampak positif maupun negatif terhadap interaksi sosial remaja tergantung pada intensitas dan cara penggunaannya.