Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Waktu Penyambungan Dan Panjang Entres Terhadap Keberhasilan Sambung Pucuk Kakao (Theobroma Cacao L.) Adnan; Kahar; Hayatudin
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis Vol 6 No 3 (2026): Juni - September (IN PROGRESS)
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jago.v6i3.1581

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh waktu penyambungan terhadap keberhasilan sambung tunas tanaman kakao; (2) mengetahui pengaruh panjang entres yang berbeda terhadap keberhasilan sambung tunas tanaman kakao (Theobroma cacao L.); dan (3) mengetahui pengaruh interaksi antara waktu penyambungan dan panjang entres terhadap keberhasilan sambung tunas tanaman kakao. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2025 di Lahan Percobaan Universitas Madako, Kabupaten Tolitoli. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah waktu penyambungan yang terdiri atas tiga taraf, yaitu W1 = pagi hari, W2 = siang hari, dan W3 = sore hari. Faktor kedua adalah panjang entres yang terdiri atas tiga taraf, yaitu P1 = 6 cm, P2 = 9 cm, dan P3 = 12 cm. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali, sehingga terdapat 27 unit percobaan dengan total 135 tanaman. Parameter yang diamati meliputi persentase entres hidup, persentase entres mati, waktu muncul tunas, jumlah daun, jumlah tunas baru, dan panjang tunas baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor tunggal waktu penyambungan berpengaruh nyata terhadap persentase entres hidup, persentase entres mati, waktu muncul tunas, jumlah daun, dan jumlah tunas baru, namun tidak berpengaruh nyata terhadap panjang tunas baru. Perlakuan terbaik diperoleh pada penyambungan sore hari (W3). Faktor tunggal panjang entres tidak memberikan pengaruh nyata terhadap seluruh parameter yang diamati. Interaksi antara waktu penyambungan dan panjang entres juga tidak memberikan pengaruh nyata terhadap keberhasilan sambung tunas kakao.
PELATIHAN PEMBUATAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO) MENGGUNAKAN METODE PENGENDAPAN DI DESA BAMBAPULA Asrianti; Masmi; Nurhayati; Asrina.D; Husna Annur; Andi Rizki Purbasari; Kahar; Rian Christian Sondakh
Makapande Mengabdi: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 3 (2025): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2001/makapande.v1i3.1328

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara produsen kelapa terbesar di dunia yang memiliki potensi pemanfaatan sangat luas, baik untuk kebutuhan tradisional maupun industri modern. Salah satu produk turunan kelapa bernilai ekonomi tinggi dan berkhasiat bagi kesehatan adalah Virgin Coconut Oil (VCO). VCO dikenal memiliki kandungan asam laurat yang tinggi, stabil terhadap degradasi termal dan oksidasi, berwarna jernih, beraroma khas kelapa, serta memiliki umur simpan yang relatif panjang. Selain itu, VCO juga memberikan berbagai manfaat kesehatan, antara lain membantu meningkatkan fungsi pencernaan, menurunkan kadar kolesterol, serta meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat pedesaan, termasuk di Desa Bambapula, Kecamatan Dampal Utara, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, yang memiliki ketersediaan bahan baku kelapa melimpah tetapi keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan produk bernilai tambah. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memproduksi VCO secara sederhana, higienis, dan bernilai ekonomis melalui kegiatan pelatihan. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan mengenai potensi dan manfaat VCO, pelatihan praktik pembuatan VCO, serta pendampingan dalam pengemasan dan penyimpanan produk. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, pada tanggal 13–15 Agustus 2025, bertempat di Kantor Desa Bambapula. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam proses produksi VCO, serta tumbuhnya minat masyarakat untuk mengembangkan usaha rumah tangga berbasis kelapa. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan nilai tambah komoditas lokal, mendukung kemandirian ekonomi masyarakat desa, serta berkontribusi pada pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.