Haisusyi Haisusyi
UIN Palangka Raya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pembentukan Nilai Sosial Siswa Melalui Pendidikan Agama Islam: Analisis Teori Sosial di MAN Kota Palangka Raya Haisusyi Haisusyi; Madsar Hilmy; Desi Erawati
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 1 : INTEGRASI (JANUARI-JUNI 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i01.269

Abstract

 Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membentuk nilai-nilai sosial peserta didik. Dalam konteks pendidikan modern, pembelajaran PAI tidak hanya berfokus pada penguasaan aspek kognitif mengenai ajaran agama, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai-nilai sosial yang tercermin dalam perilaku sehari-hari siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pendidikan Agama Islam dalam perspektif teori sosial terhadap pembentukan nilai sosial siswa di MAN Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan guru PAI dan siswa, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Islam di MAN Kota Palangka Raya memiliki peran yang signifikan dalam membentuk nilai-nilai sosial siswa, seperti sikap toleransi, tanggung jawab, kejujuran, dan kepedulian sosial. Dalam perspektif teori sosial, pendidikan agama dapat dipahami sebagai sarana sosialisasi nilai yang membantu siswa memahami norma-norma sosial yang berlaku dalam masyarakat. Melalui pendekatan pembelajaran yang dialogis dan kontekstual, guru PAI mampu mengintegrasikan ajaran agama dengan realitas sosial yang dihadapi siswa. Dengan demikian, pembelajaran PAI tidak hanya berfungsi sebagai transfer pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter sosial yang positif bagi peserta didik