Pendidikan tinggi memiliki tantangan untuk mencetak lulusan calon pendidik Sekolah Dasar yang tidak hanya unggul secara akademis, melainkan juga memiliki keterampilan hidup, jiwa kewirausahaan, serta penguatan karakter yang berbasis pada kebudayaan bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan mendeskripsikan secara objektif persepsi mahasiswa terhadap internalisasi aspek kewirausahaan serta efektivitas penerapan aspek kearifan lokal Kalimantan Selatan dalam kegiatan Market Day pada mata kuliah Pendidikan Prakarya dan Keterampilan di Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian ini berlokasi di Program Studi PGSD Universitas PGRI Kalimantan dengan populasi sekaligus sampel penelitian sebanyak 41 mahasiswa aktif (Kelas 01 dan Kelas 02) yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner daring (Google Form) dengan Skala Pengukuran Likert 5 poin serta teknik dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan statistik deskriptif yang meliputi tabulasi skor, analisis persentase, dan kategorisasi interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan tiga simpulan utama: (1) Persepsi mahasiswa terhadap aspek kewirausahaan menunjukkan hasil sangat positif, di mana kegiatan Market Day dinilai efektif sebagai instrumen internalisasi karakter wirausaha (growth mindset), kemandirian, tanggung jawab, dan pembentukan aspek kejujuran yang mencatatkan angka tertinggi sebesar 63,4% pada kategori Sangat Setuju. (2) Persepsi mahasiswa terhadap integrasi nilai kearifan lokal Kalimantan Selatan berada pada kualifikasi sangat baik (63,4% Sangat Setuju), karena pengemasan identitas budaya Banjar pada komoditas kuliner dan kriya mampu memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus memicu rasa bangga kultural. (3) Kegiatan Market Day memiliki tingkat relevansi kependidikan yang sangat tinggi, di mana 61% mahasiswa menyatakan sangat setuju bahwa pengalaman praktis ini menjadi bekal konkret keterampilan psikomotorik dan manajerial untuk diaplikasikan kembali sebagai model pembelajaran berbasis proyek (PjBL) saat bertugas menjadi guru kelas di sekolah dasar.