Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Tebing Bulang Tahun 2025 Desy Setiawati; Jasmin; Suprida; Rohaya
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - Juli 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21281190

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan salah satu masalah gizi yang dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan serta berdampak pada kesehatan janin, termasuk risiko stunting. KEK ditandai dengan penurunan status gizi akibat asupan pangan yang tidak memadai dalam menyediakan energi dan zat gizi makro, yang dideteksi melalui pengukuran lingkar lengan atas (LILA) dengan ambang batas <23,5 cm. Kejadian KEK pada ibu hamil di UPT Puskesmas Tebing Bulang tahun 2024 tercatat sebesar 30%, melebihi target RPJMN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian KEK pada ibu hamil di wilayah kerja UPT Puskesmas Tebing Bulang tahun 2025. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain survei analitik dan pendekatan case control. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 68 responden ibu hamil (34 kasus dan 34 kontrol) yang dipilih secara purposive, kemudian dianalisis menggunakan uji univariat dan bivariat (chi-square). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara umur dengan kejadian KEK (p=0,007) dan antara paritas dengan kejadian KEK (p=0,001), sedangkan pengetahuan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian KEK (p=0,734). Disimpulkan bahwa umur dan paritas berhubungan secara signifikan dengan kejadian KEK pada ibu hamil, sementara pengetahuan tidak. Dinas kesehatan dan puskesmas diharapkan meningkatkan upaya skrining gizi ibu hamil terutama pada kelompok usia dan paritas berisiko, serta memperkuat edukasi gizi yang berorientasi pada perubahan perilaku, bukan hanya peningkatan pengetahuan.