Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hak Waris Istri Dari Perkawinan Poligami yang Tidak Tercatat Perspektif KHI (Kompilasi Hukum Islam) Dan Hukum Adat Bugis di Kabupaten Sidenreng Rappang AL Raihan Dwijaya; Andi Darmawangsa; Andi Sumardini
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - Juli 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21645136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan hak waris istri dalam perkawinan poligami yang tidak tercatat menurut perspektif Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan hukum adat di Kabupaten Sidenreng Rappang serta menganalisis pembagian harta warisan dalam perkawinan tersebut. Permasalahan penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya praktik perkawinan poligami yang tidak dicatatkan sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum terhadap hak waris istri. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan yuridis sosiologis. Data diperoleh melalui wawancara, studi kepustakaan, serta analisis terhadap peraturan perundang-undangan, Kompilasi Hukum Islam, dan literatur yang berkaitan dengan penelitian. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Kompilasi Hukum Islam, istri dalam perkawinan poligami yang tidak tercatat belum memperoleh pengakuan sebagai ahli waris sebelum adanya penetapan isbat nikah. Sementara itu, menurut hukum adat Bugis di Kabupaten Sidenreng Rappang, istri tetap dapat memperoleh bagian warisan berdasarkan pengakuan keluarga dan musyawarah yang mengedepankan nilai keadilan dan kekeluargaan