Marcel
Universitas Pejuang Republik Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Produktivitas Alat Muat Dan Angkut Pada Pengupasan Overburden Pit Pelikan South Extension Fleet EX768 PT Pamapersada Nusantara Distrik KPCS Marcel; Rafiuddin; Syamsuddin
Journal Teknik Dan TeknologiĀ  Vol. 2 No. 02 (2026): Juni
Publisher : Fakultas Teknik UPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67494/jtt.v2i02.31

Abstract

Kegiatan pengupasan lapisan penutup merupakan tahapan penting dalam penambangan atubara karena Berpengaruh langsung terhadap pencapaian target produksi. Produktivitas alat gali muat dan alat angkut menjadi indikator utama dalam menilai efektivitas kinerja operasi penambangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas alat gali muat dan alat angkut pada kegiatan pengupasan overburden di Pit Pelikan South Extension Fleet EX768 PT. Pamapersada Nusantara Distrik KPCS, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Kajian teori yang digunakan meliputi konsep produktivitas alat mekanis, waktu siklus , efisiensi kerja, faktor pembengkakan, faktor pengisian , serta keserasian alat kerja (faktor kesesuaian). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan dan studi literatur, dengan data primer berupa waktu siklus alat gali muat dan alat angkut, efisiensi kerja, faktor pengisian , serta data hambatan waktu, sedangkan data sekunder diperoleh dari laporan perusahaan dan referensi pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu siklus alat gali muat sebesar 0,56 menit dan waktu siklus alat angkut sebesar 6,3 menit. Nilai efisiensi kerja alat gali muat sebesar 80% dan alat angkut sebesar 75%, dengan swell factor 0,85 dan fill factor 1,1. Berdasarkan parameter tersebut, diperoleh produktivitas alat gali muat dan alat angkut sebesar 1.122 bcm/jam. Nilai match factor sebesar 1,07 menunjukkan bahwa keserasian kerja alat berada pada kondisi cukup optimal.