Binti Azizatun Nafi'ah
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dinamika Kolaborasi Penanganan Kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) Terhadap Anak Kota Surabaya Annisaa Shalsabila Miracle; Binti Azizatun Nafi'ah
REFORMASI Vol 15, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v15i3.7294

Abstract

This study aims to describe the dynamics of collaboration in addressing cases of domestic violence against children in the city of Surabaya. Domestic violence refers to behavior inflicted by an individual upon family members, encompassing various forms of abuse, ranging from social exclusion, coercion, and restriction of freedom, to unfair economic control. The number of child abuse cases has shown a fluctuating trend across various regions, including Surabaya, where it has notably increased over the past three years. The collaborative governance model is expected to create synergy through cooperation among stakeholders in tackling complex issues, with a collective and action-oriented decision-making approach. This concept emphasizes collaboration among various actors, including government agencies, community groups, and non-governmental organizations, to formulate effective solutions to public problems. Data for this study were obtained through documentation and observation. The findings of the research provide an overview of the collaborative dynamics in handling domestic violence ases against children in Surabaya, which have been progressing well by prioritizing the best interests of the child and making children the central focus of this collaboration. This research is analyzed using Emerson's theory of Collaborative Governance, which includes the elements of principled engagement, shared motivation, capacity for joint action, action, and adaptation.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika kolaborasi dalam penanganan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap anak di Kota Surabaya. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) adalah perilaku yang dilakukan seseorang terhadap anggota keluarganya, mencakup berbagai bentuk tekanan, mulai dari pengucilan, pemaksaan, pembatasan kebebasan secara sepihak, hingga pengendalian ekonomi secara tidak adil.  Angka kekerasan terhadap anak mengalami dinamika di berbagai daerah, termasuk Surabaya, yang justru menunjukkan tren kenaikan dalam tiga tahun terakhir. Model collaborative governance diharapkan menciptakan sinergi melalui kerja sama antar pemangku kepentingan dalam menghadapi permasalahan yang kompleks, dengan pendekatan pengambilan keputusan yang bersifat kolektif dan implementatif. Konsep ini menekankan kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah, komunitas, serta organisasi non-pemerintah, guna merumuskan solusi yang efektif terhadap permasalahan publik. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui hasil dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian yang telah dilakukan memberi gambaran terkait dinamika kolaborasi dalam penanganan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap anak di Kota Surabaya yang telah berjalan dengan baik dengan mengutamakan kepentingan pada anak dan menjadikan anak sebagai prioritas dari kolaborasi ini. Penelitian ini dikaji dengan teori Collaborative Governance yang dikemukakan oleh emerson yang meliputi; principled engagement, shared motivation, capacity for joint action, action dan adaptation. 
STRATEGI SOSIALISASI FASILITATOR PUSPAGA DALAM MENGATASI PERMASALAHAN KEKERASAN(BULLYING) PADA ANAK DI KECAMATAN SUKOMANUNGGAL Rabbiul Zikra; Binti Azizatun Nafi'ah
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 2 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i2.2024.735-743

Abstract

Fenomena kekerasan pada anak adalah suatu hal yang menjadi perhatian bersama saat ini oleh pemerintah, Masyarakat, dan elemen elemen Masyarakat lainnya. Di Indonesia dengan negara yang memiliki culture sosial yang baik masih saja sering terjadi bullying. Ini merupakan salah satu fenomena yang harus ditangani secara bersama-sama dan menjadi tugas dari berbagai pihak. Fenomena bullying paling sering terjadi di sekolah yang merupakan kawasan tertib. Maka dari itu harus dilaksanakan sosialisasi untuk mengatasi permasalahan kekerasan (bullying) pada anak. Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DP3APPKB) bersama Fasilitator Puspaga ikut berperan aktif dalam menangani bullying dengan program Puspaga Goes to School Di dalam penelitian ini akan mengambil locus di Kecamatan Sukomanunggal, Kota Surabaya. Terdapat 6 sekolah dasar yang menjadi target sosialisasi secara tatap muka pada program ini. Adapun yang menjadi focus dalam penelitian ini adalah strategi sosialisasi Fasilitator Puspaga Dalam mengatasi Permasalahan bullying dan akan membahas mengenai komunikator, komunikan, saluran dan media komunikasi melalui komunikasi tatap muka dan bermedia, frekuensi, waktu dan tempat, serta hambatan yang dihadapi saat pelaksanaan berupa gangguan (gangguan mekanik dan semantik), dan prasangka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi sosialisasi Fasilitator Puspaga dalam mengatasi kekerasan(bullying) pada anak di Kecamatan Sukomanunggal.