Fenomena kekerasan pada anak adalah suatu hal yang menjadi perhatian bersama saat ini oleh pemerintah, Masyarakat, dan elemen elemen Masyarakat lainnya. Di Indonesia dengan negara yang memiliki culture sosial yang baik masih saja sering terjadi bullying. Ini merupakan salah satu fenomena yang harus ditangani secara bersama-sama dan menjadi tugas dari berbagai pihak. Fenomena bullying paling sering terjadi di sekolah yang merupakan kawasan tertib. Maka dari itu harus dilaksanakan sosialisasi untuk mengatasi permasalahan kekerasan (bullying) pada anak. Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DP3APPKB) bersama Fasilitator Puspaga ikut berperan aktif dalam menangani bullying dengan program Puspaga Goes to School Di dalam penelitian ini akan mengambil locus di Kecamatan Sukomanunggal, Kota Surabaya. Terdapat 6 sekolah dasar yang menjadi target sosialisasi secara tatap muka pada program ini. Adapun yang menjadi focus dalam penelitian ini adalah strategi sosialisasi Fasilitator Puspaga Dalam mengatasi Permasalahan bullying dan akan membahas mengenai komunikator, komunikan, saluran dan media komunikasi melalui komunikasi tatap muka dan bermedia, frekuensi, waktu dan tempat, serta hambatan yang dihadapi saat pelaksanaan berupa gangguan (gangguan mekanik dan semantik), dan prasangka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi sosialisasi Fasilitator Puspaga dalam mengatasi kekerasan(bullying) pada anak di Kecamatan Sukomanunggal.
Copyrights © 2024