This Author published in this journals
All Journal JIKTIF
Bahri Rusdi
Universitas Islam Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perancangan Smart Fishing boat berbasis Internet Of Things (IoT) Dan Android Untuk Meningkatkan Keselamatan Nelayan Di Pulau Butung-Butungan Bahri Rusdi; Suharni; Fahri El Fazza
Jurnal Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Vol. 3 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Teknik Informatika Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71466/jiktif.v3i1.110

Abstract

Perkembangan yang pesat pada bidang teknologi telah membawa dampak yang signifikan dalam berbagai hal dalam kehidupan manusia. Di Kecamatan Liukan Kalmas, Kabupaten Pangkep Kepulauan, sebagian besar masyarakat menggantungkan hidup sebagai nelayan. Aktivitas nelayan sangat bergantung pada kondisi cuaca dan laut, yang sering kali berubah secara tiba-tiba dan tak terduga. Penelitian ini tujuannya merancang serta membangun alat Smart fishing boat berbasis Internet Of Things (IoT) dimana bisa memantau kondisi kecepatan angin di dilaut dengan cara real-time dari aplikasi Blynk yang terpasang di smartphone. Perangkat ini dirancang dengan memanfaatkan mikrokontroler NodeMCU ESP32 sebagai pusat pengendali, dilengkapi dengan sensor Anemometer berfungsi mengukur kecepatan angin, GPS Tracker mendeteksi keberadaan kapal dan Buzzer dan LED yang menjadi sinyal kondisi bahaya serta modul LCD yang menampilkan hasil pengukuran secara langsung pada perangkat. Penelitian dan Pengembangan (R&D) adalah metodologi penelitian yang digunakan. Meliputi banyak fase, termasuk analisis kebutuhan, desain sistem, implementasi perangkat, dan proses pengujian dan evaluasi kinerja sistem. Pengujian dilakukan memakai metode black box, dalam memastikan sistem bekerja sesuai fungsi tanpa melihat kode internal. Hasil perancangan menunjukkan alat ini bisa memantau kondisi kecepatan angin lau dan posisi kapal dengan cara akurat serta real-time. Berdasarkan pengujian yang dilakukan selama 3 hari berturut-turut dengan waktu yg sama menunjukkan bahwa kondisi angin masih berada dalam kecepatan yang normal yang menandakan nelayan masih aman untuk melaut . Desain prototype yang menyerupai kapal serta konektivitas ke Blynk menjadikan alat ini efektif, efisien, dan mudah digunakan dalam pemantauan kondisi angin di laut.