Persimpangan Jalan. Rajawali– Jalan. Lele ialah simpang tak bersinyal dengan 4 lengan dengan tata guna lahan komersial sehingga dibeberapa pendekat ada hambatan samping berbentuk kendaraan parkir serta pula orang dagang dipinggir jalur yang mengusik pengguna jalur buat melintasi persimpangan sehingga kerapkali terjalin antrian. Riset ini bertujuan buat mengevaluasi kinerja simpang tanpa sinyal serta menganjurkan pelaksanaan pemecahan ataupun alternatif revisi supaya simpang bisa bekerja secara maksimal Pengumpulan informasi dicoba sepanjang 3 hari. Informasi– informasi dikumpulkan yaitu informasi geometri( lebar masing– masing pendekat, lebar median), Volume kemudian lintas yang diperoleh lewat survei lapangan setelah itu dikonversi ke dalam satuan mobil penumpang( smp/ jam) sebagai bawah analisis cocok Pedoman Kapasitas Jalur Indonesia( PKJI 2023), sehingga diperoleh besaran arus kemudian lintas. Berikutnya, kinerja simpang dianalisis dengan mengacu pada PKJI 2023. Hasil riset menampilkan kalau pada pagi(pukul 06. 30–07. 30 WIB)kinerja Simpang Jalan. Rajawali– Jalan Lele hari Senin, 19 Agustus 2025, dalam keadaan eksisting tercantum jenis tingkat pelayanan( ITP) F. Tercatat sebesar 2775 smp/ jam nilai kapasitas simpang, sebesar 0, 861 derajat kejenuhan serta sebesar 14, 748 detik/ smp tundaan simpang. Nilai derajat kejenuhan tersebut sudah melampaui batasan yang direkomendasikan oleh PKJI, ialah kurang dari<0, 85. Bersumber pada penemuan tersebut, pemecahan yang diusulkan merupakan melaksanakan pelebaran pada jalur minor agar nilai derajat kejenuhan bisa diturunkan sampai terletak di dasar batasan yang dianjurkan PKJI.