Tina Setiyani Susanto
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Pilar UNESCO Melalui Pembelajaran STEAM Batik Jumputan Tina Setiyani Susanto; Zakarias Sukarya Soeteja; Tri Karyono
CILPA Vol 11 No 2 (2026): July
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v11i2.22662

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan implementasi empat pilar UNESCO dalam pembelajaran batik jumputan sebagai pendekatan pendidikan seni yang holistik. Empat pilar tersebut meliputi Learning to Know, Learning to Do, Learning to Be, dan Learning to Live Together. Fokus dari penelitian ini adalah pada integrasi keterampilan teknis, nilai-nilai budaya, dan pembentukan karakter melalui proses pembelajaran seni batik jumputan bagi peserta didik. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran yang berbasis pada empat pilar ini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa tentang teknik batik jumputan, tetapi juga memperkuat aspek kolaborasi, kreativitas, dan penghormatan terhadap warisan budaya. Warisan budaya yang dihasilkan melalui teknik tradisional ini adalah contoh pembelajaran dengan pendekatan STEAM (Sains, Teknologi, Teknik, Seni, dan Matematika), terutama dalam aspek seni dan teknologi serta penerapan konsep matematika dalam pembelajaran sosial budaya . Selain itu, warisan budaya ini juga mencerminkan bagaimana batik jumputan, yang umumnya ditemukan di Jawa Tengah dan Palembang, dapat menjadi bagian dari budaya di Jawa Barat. Abstract  This article aims to explain the implementation of the four UNESCO pillars in batik jumputan learning as a holistic approach to arts education. The four pillars consist of Learning to Know, Learning to Do, Learning to Be, and Learning to Live Together. The study focuses on the integration of technical skills, cultural values, and character development through the learning process of batik jumputan among students. This research employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through literature review and observation. The findings indicate that the implementation of learning based on the four UNESCO pillars not only enhances students’ understanding of batik jumputan techniques but also strengthens collaboration, creativity, and appreciation of cultural heritage. Furthermore, batik jumputan learning can be integrated with the STEAM approach (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics), particularly in the aspects of arts, technology, and the application of mathematical concepts within socio-cultural contexts. In addition to serving as a learning medium, batik jumputan also contributes to the preservation and development of local culture, making it relevant to the needs of 21st-century education.