Nugroho Heri Cahyono
Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dekonstruksi Canang Sari Sebagai Sumber Belajar Steam Berbasis Kearifan Lokal Dalam Pendidikan Seni Rupa Sekolah Dasar Kadek Hariana; Nugroho Heri Cahyono; Agung Danu Wijaya; Rahma Nasir; Yulia Windarsih
CILPA Vol 11 No 2 (2026): July
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v11i2.23034

Abstract

Abstrak Penelitian ini berfokus pada dekonstruksi seni canang sari persembahan sakral Hindu Bali yang dibuat secara tradisional oleh anak-anak di Kecamatan Balinggi, Sulawesi Tengah sebagai media pembelajaran berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) di tingkat Sekolah Dasar (SD) dalam konteks pendidikan seni rupa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis elemen-elemen STEAM yang terkandung dalam seni canang sari melalui perspektif dekonstruksi; (2) mengeksplorasi potensi canang sari sebagai media pembelajaran seni rupa berbasis STEAM bagi anak usia sekolah dasar; dan (3) menganalisis model pembelajaran STEAM kontekstual berbasis kearifan lokal untuk kurikulum SD di Sulawesi Tengah. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-interpretatif dengan teori dekonstruksi Jacques Derrida untuk menganalisis perubahan bentuk dan makna canang sari dalam konteks pembelajaran. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam semi-terstruktur dengan tokoh budaya dan guru, serta dokumentasi visual proses pembuatan canang sari. Teknik analisis data yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan/verifikasi kesimpulan, didukung triangulasi sumber dan teknik. Temuan menunjukkan bahwa: (1) seni canang sari memuat elemen-elemen integratif STEAM secara natural (geometri, simetri, rekayasa anyaman, estetika, dan kalkulasi bahan); (2) proses kreatif pembuatan canang sari oleh anak-anak merangsang perkembangan kognitif, motorik halus, dan sensitivitas budaya; dan (3) transformasi seni tradisional ke dalam pembelajaran STEAM mampu memperkuat karakter dan identitas budaya lokal anak. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kurikulum pendidikan seni rupa di Sekolah Dasar yang berbasis kearifan lokal serta menawarkan model pembelajaran STEAM kontekstual yang inovatif. Abstract This study examines the deconstruction of canang sari a sacred Balinese Hindu offering traditionally crafted by children in Balinggi District, Central Sulawesi as a STEAM-based (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) learning medium within the context of fine arts education at the elementary school level.. This study aims to: (1) analyse the STEAM elements embedded in canang sari through a deconstructive lens; (2) explore the potential of canang sari as a STEAM-based fine arts learning medium for elementary school-aged children; and (3) examine a contextual STEAM learning model grounded in local wisdom for the elementary school curriculum in Central Sulawesi. Employing a descriptive-interpretative qualitative approach, the study draws on Jacques Derrida's deconstruction theory to analyse the shifting forms and meanings of canang sari within educational contexts. Data were collected through participant observation, semi-structured in-depth interviews with cultural figures and teachers, and visual documentation of the canang sari production process. Data analysis followed the interactive model comprising data condensation, data display, and conclusion drawing/verification, supported by source and technique triangulation. Findings reveal that: (1) canang sari organically integrates all STEAM elements (geometry, symmetry, weaving engineering, aesthetics, and material calculation); (2) children's creative engagement in crafting canang sari stimulates cognitive development, fine motor skills, and cultural sensitivity; and (3) the transformation of traditional art into STEAM learning effectively strengthens children's character and local cultural identity. This study contributes to the development of local wisdom-based fine arts curricula at the elementary school level and proposes an innovative contextual STEAM learning model.