This Author published in this journals
All Journal JIKEN
Nasir Muna
Politeknik Kesehatan Kemenkes Kendari

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN PEKERJAAN DAN PENGETAHUAN IBU DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI CAMPAK PADA BALITA USIA 9-24 BULAN Sri Wahyuni; Nasir Muna; Hikmawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Nusantara Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Nusantara
Publisher : PT. Nasyah Medika Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jiken.v1i1.4

Abstract

Latar belakang : Indonesia merupakan salah satu dari 47 negara penyumbang kasus campak terbesar didunia. Penyakit campak di Indonesia menjadi masalah kesehatan yang harus ditangani karena kasusnya masih tinggi dan masih terdapat kejadian luar biasa (KLB).Kejadian luar biasa (KLB) pada campak terjadi apabila terdapat 5 atau lebih kasus klinis dalam waktu 4 minggu berturut-turut yang terjadi mengelompok dan adanya hubungan epidemiologis. Penyebaran kasus suspek campak hampir terdapat di seluruh provinsi. Pada tahun 2018 terdapat 8.429 kasus dengan 85 kasus KLB suspek campak, jauh lebih rendah dibandingkan tahun 2017 yaitu 15.104 kasus dengan 349 KLB. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor Pekerjaan dan Pengetahuan Ibu dengan pemberian imunisasi campak pada balita usia 9-24 bulan. Metode : Jenis penelitian ini menggunakan metode Observasional Analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua ibu yang mempunyai balita usia 9-24 bulan sebanyak 120 Ibu dan Sampel 95 responden dengan teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Sampling Insidental/Accidental Sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan SPSS dengan taraf nilai Sig. <0.005. Hasil : Hasil uji Statistik Chi-square bahwa pekerjaan ibu (0,014<0,05) dan pengetahuan ibu (0,024<0,05) dengan pemberian imunisasi campak pada balita 9-24 bulan nilai. Kesimpulan : bahwa ada hubungan pekerjaan dan pengetahuan ibu dengan pemberian imunisasi campak pada balita 9-24 bulan. Hal ini diharapkan dapat berdampak kepada kesadaran responden apabila pengetahuannya meningkat, sehingga dapat memberikan imunisasi campak pada balita.