Masna Masna
Mulawarman University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGEMBANGAN LKPD BERBENTUK KOMIK BERBASIS PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL MATERI SPLDV KELAS IX SMP BERBANTUAN CANVA Masna Masna; Safrudiannur Safrudiannur
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cp4pm229

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk mengembangkan LKPD berbentuk komik berbasis pembelajaran kontekstual materi SPLDV kelas IX SMP berbantuan Canva dengan model pengembangan ADDIE. Pada tahap Analysis, hasil survei awal menunjukkan bahwa minimnya penggunaan media visual menyebabkan peserta didik mengalami kesulitan memahami materi SPLDV, khususnya menyelesaikan soal cerita. Di sisi lain, peserta didik menunjukkan respon positif terhadap penggunaan media visual dan ketertarikan terhadap LKPD berbentuk komik. Oleh karena itu, dikembangkan LKPD berbentuk komik berbasis pembelajaran kontekstual sebagai solusi dari permasalahan tersebut. Tahap Design meliputi perancangan alur cerita, penentuan karakter, latar, dialog, ilustrasi pendukung materi, serta pembuatan storyboard. Pada tahap Development, dilakukan proses pengembangan komik yang terdiri dari empat subbab. Setiap subbab memuat penjelasan materi, contoh soal, latihan soal, refleksi, dan evaluasi yang disusun secara sistematis untuk mendukung proses pembelajaran. Setelah produk selesai dikembangkan, dilakukan uji validasi oleh para ahli, revisi, serta uji coba perorangan bersama guru mata pelajaran. Hasil validasi menunjukkan bahwa LKPD berbentuk komik berada pada kategori “sangat valid”, sedangkan hasil uji coba perorangan menunjukkan kategori “sangat praktis”. Selanjutnya, pada tahap Implementation, komik yang telah direvisi diujicobakan kepada peserta didik untuk dilakukan data kepraktisan. Hasil angket menunjukkan respons peserta didik memperoleh persentase sebesar 81% dengan kategori “sangat praktis”. Terakhir, tahap Evaluation dilakukan secara berkelanjutan pada setiap tahap pengembangan untuk memastikan kualitas produk.