Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN KEMAMPUAN COMPUTATIONAL THINKING SISWA SMP BERBASIS ETNOMATEMATIKA LUTUR BATU John Nandito Lekitoo; Michael Inuhan; Ratnah Kurniati MA; Fenty Madelin Madubun; Sridona Okimekna; Yuliyanti Dadiara
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/xv6z8y50

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen asesmen kemampuan Computational Thinking (CT) siswa SMP berbasis etnomatematika Lutur Batu yang valid dan reliabel. Lutur Batu merupakan praktik budaya masyarakat Maluku Barat Daya yang mencerminkan konsep matematika seperti geometri, pola, dan pengukuran, sehingga potensial digunakan sebagai konteks asesmen kontekstual. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian mencakup empat sekolah di Pulau Moa dengan melibatkan guru matematika dan 54 siswa. Validasi ahli dilakukan oleh lima validator (tiga dosen dan dua guru), sedangkan uji keterbacaan dan uji coba lapangan menilai kejelasan, kepraktisan, serta kelayakan instrumen. Analisis data menggunakan Aiken’s V untuk validitas isi dan SPSS untuk validitas konstruk dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh butir soal memenuhi kriteria valid  dan reliabel dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar . Dengan demikian, instrumen asesmen yang dikembangkan layak digunakan untuk mengukur kemampuan CT siswa dalam konteks budaya lokal, sekaligus memperkuat pembelajaran matematika yang kontekstual, autentik, dan berakar pada kearifan lokal.Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen asesmen kemampuan Computational Thinking (CT) siswa SMP berbasis etnomatematika Lutur Batu yang valid dan reliabel. Lutur Batu merupakan praktik budaya masyarakat Maluku Barat Daya yang mencerminkan konsep matematika seperti geometri, pola, dan pengukuran, sehingga potensial digunakan sebagai konteks asesmen kontekstual. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian mencakup empat sekolah di Pulau Moa dengan melibatkan guru matematika dan 54 siswa. Validasi ahli dilakukan oleh lima validator (tiga dosen dan dua guru), sedangkan uji keterbacaan dan uji coba lapangan menilai kejelasan, kepraktisan, serta kelayakan instrumen. Analisis data menggunakan Aiken’s V untuk validitas isi dan SPSS untuk validitas konstruk dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh butir soal memenuhi kriteria valid  dan reliabel dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar . Dengan demikian, instrumen asesmen yang dikembangkan layak digunakan untuk mengukur kemampuan CT siswa dalam konteks budaya lokal, sekaligus memperkuat pembelajaran matematika yang kontekstual, autentik, dan berakar pada kearifan lokal.
PENGENALAN LITERASI MATEMATIKA PISA MELALUI KOMPETISI LITERASI MATEMATIKA BERBASIS ETNOMATEMATIKA PULAU-PULAU KECIL PERBATASAN Sigit Sugiarto; John Nandito Lekitoo; Andy Sunder Keer Dahoklory; Karolina Rupilele; Edeleta Koupun
Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri Vol. 7 No. 2 (2025): Periode Oktober 2025
Publisher : LPPM Universitas Nusa Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33480/abdimas.v7i2.6132

Abstract

The low mathematical literacy skills of junior high school students in Indonesia, especially those living in the Small Border Islands, require serious attention from various stakeholders. Improving students’ mathematical literacy is a shared responsibility that can begin with introducing the form of PISA mathematical literacy questions to junior high school students. One effort to achieve this is through an ethnomathematics-based mathematical literacy competition. This competition aims to provide knowledge and understanding of PISA mathematical literacy to students in the Small Border Islands, particularly on Moa Island. The activity was carried out as a form of community service by lecturers and students, consisting of four stages: initial observation, socialization, implementation, and evaluation. The participants of this competition were students from seven junior high schools on Moa Island, with a total of 57 participants. The increase in participants’ knowledge regarding PISA mathematical literacy question forms was measured using a questionnaire. The results showed an improvement in participants’ understanding before and after participating in the competition. However, test data also indicated that the mathematical literacy skills of students on Moa Island remain relatively low. Therefore, sustainable programs are needed to improve the mathematical literacy skills of students in the Small Border Islands, including Moa Island.