Penelitian mengenai asesmen diagnostik dalam pendidikan matematika menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, namun hasil penelitian yang ada masih tersebar di berbagai publikasi sehingga diperlukan kajian sistematis untuk memperoleh gambaran yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren penelitian terkait asesmen diagnostik dalam pembelajaran matematika menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) yang mengacu pada pedoman PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Artikel diperoleh dari basis data Google Scholar dengan jumlah sebanyak 55 artikel yang diterbitkan pada tahun 2017 hingga 2025 dan dianalisis berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren publikasi meningkat signifikan sejak tahun 2022, metode penelitian didominasi oleh Research and Development (R&D), serta penelitian paling banyak dilakukan pada jenjang SMP. Variabel yang banyak dikaji meliputi asesmen diagnostik secara umum dan pengembangan instrumen bertingkat seperti three-tier test dan four-tier test. Selain itu, ditemukan beberapa kesenjangan penelitian, yaitu keterbatasan penelitian pada jenjang SMA dan perguruan tinggi, minimnya penggunaan metode eksperimen dan studi longitudinal, rendahnya pengembangan asesmen diagnostik berbasis teknologi digital, serta kurangnya integrasi dengan aspek afektif siswa dan strategi pembelajaran remedial. Dengan demikian, penelitian asesmen diagnostik dalam pendidikan matematika terus berkembang, namun masih diperlukan penguatan pada aspek inovasi, implementasi jangka panjang, dan integrasi teknologi untuk mendukung pembelajaran yang lebih efektif dan adaptif.