Abdul Aziz Abdul Aziz
Universitas Muhammadiyah Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGEMBANGAN MEDIA ETMARTY DENGAN PENDEKATAN ETNOMATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATERI GEOMETRI BANGUN RUANG Noviana Supriatin; Eko Andy Purnomo; Abdul Aziz Abdul Aziz
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/96yh9083

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran ETMARTY yang menggunakan pendekatan etnomatematika untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa di kelas VIII SMP tentang materi geometri bangun ruang. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan pemecahan masalah siswa karena metode pembelajaran yang masih konvensional dan tidak kontekstual. Dengan menggunakan model ADDIE, penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R&D). Penelitian dibagi menjadi tiga tahap: analisis, desain, dan pengembangan. Tahap desain mencakup membuat media ETMARTY yang menggabungkan elemen budaya lokal Kota Semarang, terutama Lawang Sewu, dan membuat storyboard dan struktur materi. Media pembelajaran interaktif berbasis digital yang dikembangkan selama tahap pengembangan memiliki materi, evaluasi, contoh soal, dan fitur Augmented Reality (AR). Hasil validasi kelayakan media dilakukan oleh empat ahli, terdiri dari dua ahli media dan dua ahli materi, menggunakan angket skala Likert. Hasil validasi menunjukkan bahwa media ETMARTY memiliki persentase kelayakan 96,67% dan 95% dari ahli media dan 95,71% dan 97,14% dari ahli materi, masing-masing dengan kategori “sangat layak” dan hanya memerlukan sedikit revisi. Oleh karena itu, media ETMARTY dapat menjadi solusi inovatif untuk pembelajaran matematika kontekstual yang mendukung kemampuan siswa untuk memecahkan masalah matematika.