Abstract. Kemampuan regulasi diri atau Self-Regulated Learning (SRL) merupakan keterampilan krusial yang harus dimiliki oleh mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) sebagai calon pendidik. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan masih tingginya dependensi mahasiswa terhadap instruksi linear dosen (teacher-centered) dalam mata kuliah Pembelajaran IPS SD. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model Problem-Based Learning (PBL) dalam meningkatkan berbagai dimensi SRL mahasiswa. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen produk tunggal (One-Group Pretest-Posttest Design) , penelitian ini melibatkan 20 responden mahasiswa PGSD Universitas Lamappapoleonro (UNIPOL). Data dikumpulkan melalui angket SRL yang mengukur dimensi kognitif/metakognitif, motivasi, dan perilaku. Hasil analisis deskriptif data master menunjukkan adanya peningkatan kualitas kemandirian belajar secara akumulatif, di mana rata-rata total skor SRL mahasiswa naik dari 49,10 (kategori sedang) pada saat pre-test menjadi 55,50 (kategori tinggi) pada saat post-test. Peningkatan paling drastis terjadi pada dimensi efikasi diri (self-efficacy) dalam merancang perangkat pembelajaran IPS inovatif (P3) yang melonjak dari skor awal 1,60 menjadi 4,15. Selain itu, intervensi PBL berhasil menguatkan regulasi diri metakognitif dalam perencanaan tugas (P7 naik dari 2,40 menjadi 3,80) serta berhasil mentransformasikan kemandirian sejati dengan mereduksi ketergantungan bantuan eksternal mahasiswa. Dapat disimpulkan bahwa model PBL efektif dalam meningkatkan kemandirian belajar mahasiswa PGSD sebagai bekal esensial calon pendidik sekolah dasar.