Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor Internal dan Eksternal yang Memengaruhi Hasil Belajar Peserta Didik: Kajian Literatur Muhammad Rasyid; Ahmad Fauzan; Suningsih; Masyitah
Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies Vol 4 No 4 (2026): Edisi Juni-Juli 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33151/ijomss.v4i4.1051

Abstract

Belajar merupakan proses fundamental yang berlangsung sepanjang hayat dan menghasilkan perubahan pengetahuan, sikap, serta keterampilan pada diri individu. Keberhasilan belajar tidak terjadi secara kebetulan, melainkan ditentukan oleh interaksi antara faktor internal (motivasi, minat, dan kecerdasan) dan faktor eksternal (lingkungan keluarga dan sekolah). Artikel ini bertujuan menyintesis temuan penelitian terkini mengenai kedua kelompok faktor tersebut serta menawarkan kerangka konseptual interaksi keduanya. Kajian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kepustakaan terhadap dua belas artikel jurnal terbitan 2021-2025 yang diperoleh melalui penelusuran Google Scholar dan direktori jurnal ber-ISSN, dianalisis dengan teknik analisis isi tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa motivasi, minat, dan kecerdasan emosional secara konsisten berpengaruh positif terhadap hasil belajar lintas jenjang dan mata pelajaran, sementara lingkungan keluarga dan sekolah berperan sebagai penopang sekaligus penguat faktor internal tersebut. Kajian juga menemukan bahwa penelitian terdahulu umumnya bersifat parsial pada satu atau dua variabel dalam konteks sekolah tunggal, sehingga sintesis interaksi menyeluruh antara faktor internal dan eksternal secara konseptual masih jarang dilakukan, terutama pada konteks pendidikan tinggi keagamaan Islam. Artikel ini menawarkan kerangka interaksi tersebut sebagai dasar bagi penelitian empiris lanjutan, sekaligus rujukan praktis bagi pendidik dalam merancang strategi pembelajaran yang memperhatikan keseimbangan faktor internal dan eksternal peserta didik.
Teori Belajar Behaviorisme: Kajian Konsep, Tokoh, Prinsip, dan Penerapannya dalam Pembelajaran Masyitah; Sri Rahayu; Adelia Ardita; Ahmad Raihan Amru
Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies Vol 4 No 4 (2026): Edisi Juni-Juli 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33151/ijomss.v4i4.1052

Abstract

Teori belajar behaviorisme merupakan salah satu teori psikologi belajar yang menekankan bahwa belajar adalah perubahan perilaku yang dapat diamati sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respons. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep dasar, tokoh-tokoh, prinsip, penerapan, serta kelebihan dan kekurangan teori belajar behaviorisme dalam dunia pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu dengan menelaah berbagai buku dan artikel ilmiah yang relevan dengan teori behaviorisme. Hasil kajian menunjukkan bahwa teori behaviorisme dikembangkan oleh beberapa tokoh utama, yaitu Ivan Pavlov dengan classical conditioning, John B. Watson dengan konsep behaviorisme murni, Edward Thorndike dengan law of effect, dan B. F. Skinner dengan operant conditioning. Prinsip utama teori ini meliputi hubungan stimulus-respons, penguatan, hukuman, pembiasaan, dan pengulangan. Dalam praktik pembelajaran, teori behaviorisme diterapkan melalui metode drill, pemberian reward dan punishment, penggunaan stimulus belajar, serta pengelolaan kelas yang terstruktur. Teori ini memiliki kelebihan berupa hasil belajar yang terukur, namun juga memiliki keterbatasan karena kurang memperhatikan aspek kognitif dan emosional peserta didik. Oleh karena itu, penerapan teori behaviorisme perlu dikombinasikan dengan pendekatan pembelajaran lain agar proses belajar berlangsung lebih optimal.