Teori belajar behaviorisme merupakan salah satu teori psikologi belajar yang menekankan bahwa belajar adalah perubahan perilaku yang dapat diamati sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respons. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep dasar, tokoh-tokoh, prinsip, penerapan, serta kelebihan dan kekurangan teori belajar behaviorisme dalam dunia pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu dengan menelaah berbagai buku dan artikel ilmiah yang relevan dengan teori behaviorisme. Hasil kajian menunjukkan bahwa teori behaviorisme dikembangkan oleh beberapa tokoh utama, yaitu Ivan Pavlov dengan classical conditioning, John B. Watson dengan konsep behaviorisme murni, Edward Thorndike dengan law of effect, dan B. F. Skinner dengan operant conditioning. Prinsip utama teori ini meliputi hubungan stimulus-respons, penguatan, hukuman, pembiasaan, dan pengulangan. Dalam praktik pembelajaran, teori behaviorisme diterapkan melalui metode drill, pemberian reward dan punishment, penggunaan stimulus belajar, serta pengelolaan kelas yang terstruktur. Teori ini memiliki kelebihan berupa hasil belajar yang terukur, namun juga memiliki keterbatasan karena kurang memperhatikan aspek kognitif dan emosional peserta didik. Oleh karena itu, penerapan teori behaviorisme perlu dikombinasikan dengan pendekatan pembelajaran lain agar proses belajar berlangsung lebih optimal.
Copyrights © 2026