Perkembangan informasi investasi melalui media digital memberikan kemudahan bagi siswa untuk mengenal saham, tetapi akses informasi tersebut belum selalu diikuti kemampuan dalam memahami risiko, membedakan investasi dan spekulasi, serta menilai kredibilitas informasi investasi yang beredar di media sosial. Kondisi tersebut ditemukan pada siswa SMA Negeri 1 Kabila yang telah mengenal istilah saham dan trading, namun masih memerlukan penguatan pemahaman mengenai prinsip investasi yang rasional dan aman. Program pengabdian ini bertujuan memperkuat literasi saham dan kesadaran terhadap risiko investasi digital melalui edukasi berbasis kasus. Kegiatan melibatkan 50 siswa dengan tahapan identifikasi pemahaman awal, penyampaian materi kontekstual, diskusi, analisis kasus investasi digital, dan evaluasi melalui respons peserta selama kegiatan. Materi difokuskan pada pengenalan saham, hubungan keuntungan dan risiko, perbedaan investasi dengan spekulasi, pemeriksaan legalitas platform, serta penilaian terhadap rekomendasi investasi di media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum memperoleh edukasi, sebagian peserta lebih banyak menghubungkan saham dengan peluang keuntungan, sedangkan aspek risiko, legalitas platform, dan pentingnya analisis informasi belum menjadi pertimbangan utama. Melalui pembahasan kasus, peserta mulai menunjukkan kemampuan dalam mengidentifikasi risiko investasi, mempertanyakan kredibilitas sumber informasi, dan memahami pentingnya melakukan verifikasi sebelum mengambil keputusan investasi. Program ini memberikan dasar pemahaman bagi siswa dalam menghadapi informasi investasi digital, meskipun perubahan perilaku investasi jangka panjang belum dapat diukur karena kegiatan dilakukan dalam satu kali pelaksanaan. Evaluasi lanjutan dengan instrumen kuantitatif diperlukan untuk mengukur perkembangan literasi investasi siswa secara lebih objektif.