Latar Belakang: Salah satu tantangan dalam anestesi umum adalah difficult airway management (DAM), yang ditandai dengan kesulitan intubasi dan ventilasi jalan napas. Difficult Airway Management menjadi perhatian serius dalam anestesiologi karena dapat menyebabkan komplikasi fatal, dengan risiko gagal intubasi mencapai 2,6 per 1000 kasus dalam anestesi umum. Meskipun demikian, 80% perawat belum terampil dalam penatalaksanaan DAM. Oleh karena itu, penting bagi institusi melakukan evaluasi dan meningkatkan pengetahuan dan sikap mahasiswa mengenai DAM guna meminimalkan risiko kompilkasi. Tujuan: Penelitian ini untuk mengevaluasi pengetahuan dan sikap Mahasiswa D-IV Keperawatan Anestesiologi dalam memahami Difficult Airway Management Pada Anestesi Umum. Metode: Dengan desain kuantitatif cross-sectional, penelitian ini melibatkan 150 mahasiswa yang dipilih melalui stratified random sampling. Instrumen ini merupakan adaptasi dari penelitian yang relevan sebelumnya dengan kuesioner berskala Likert (1-5) yang telah divalidasi dan diuji reliabilitasnya. Nilai Cronbach's Alpha 0.858 (skala pengetahuan) dan 0.832 (skala sikap). Hasil: Analisis data menggunakan uji non-parametrik Spearman’s Rho menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara pengetahuan dan sikap mahasiswa D-IV Keperawatan Anestesiologi terkait DAM pada anestesi umum (p-value 0,000 < 0,050). Kesimpulan: Semakin tinggi pengetahuan mahasiswa, semakin baik sikap mahasiswa dalam memahami penatalaksanaan DAM pada anestesi umum. Kata Kunci: anestesi umum, difficult airway management (DAM), hubungan pengetahuan dan sikap, mahasiswa kesehatan