p-Index From 2021 - 2026
0.702
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Magenda Bisma Yudha
Universitas Harapan Bangsa

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Gambaran Faktor - Faktor Waktu Pulih Sadar Pada Pasien Post General Anestesi Di RSUD dr. Soedirman Kebumen Reivita Amelia; Danang Tri Yudono; Magenda Bisma Yudha
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.193

Abstract

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 140 juta orang di seluruh dunia menjalani operasi setiap tahun, dengan 1,2 juta di antaranya terjadi di Indonesia saja. General anestesi merupakan metode umum untuk menghilangkan rasa sakit dan kesadaran sementara selama prosedur bedah. Sejumlah variabel, termasuk usia, jenis kelamin, IMT, kondisi fisik ASA, dan jenis operasi, memengaruhi waktu pemulihan setelah anestesi. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami faktor – faktor yang memengaruhi waktu pemulihan.Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik faktor - faktor yang mempengaruhi masa pemulihan pasien di RSUD Dr. Soedirman Kebumen pasca anestesi umum. Metode : Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan desain deskriptif pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel purposif sampling digunakan untuk memilih sampel penelitian, yang mencakup pasien yang menjalani operasi dengan anestesi umum. Aldrete score dan rekam medis pasien digunakan mengumpulkan data melalui observasi untuk variabel-variabel berikut: usia, jenis kelamin, IMT, status fisik ASA, dan jenis operasi. Distribusi frekuensi dan persentase digunakan dalam analisis data untuk mengkarakterisasi variabel-variabel yang memengaruhi waktu pemulihan. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan faktor yang mempengaruhi lama waktu sadar kembali adalah umur 26-35 tahun sebanyak 26 (23,4%) responden, jenis kelamin perempuan 65 (58,6%) responden, IMT normal 87 (78,4%) responden, ASA II 69 (62,2%) responden, dan jenis operasi kecil 59 (53,2%) responden. Kesimpulan : Sejumlah faktor fisiologis dan prosedural memengaruhi waktu pemulihan setelah anestesi umum. Risiko masalah pascaoperasi dapat dikurangi dan pemulihan dipercepat dengan penggunaan anestesi yang tepat dan pemantauan yang optimal.
Pengaruh Pemberian Terapi Imajinasi Terbimbing (Guided Imagery) Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pasien Post Operasi Di Ruang Bedah RSUD dr. Soedirman Kebumen Wahyu Saputro; Magenda Bisma Yudha; Amelia Andini
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.272

Abstract

Prosedur bedah sering menimbulkan nyeri pasca operasi yang dapat memengaruhi kenyamanan dan proses penyembuhan pasien. Salah satu metode non-farmakologis untuk mengurangi nyeri adalah terapi imajinasi terbimbing (guided imagery). Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh guided imagery terhadap intensitas nyeri pasien post operasi di RSUD dr. Soedirman Kebumen. Desain penelitian menggunakan pre-eksperimental one group pretest-posttest dengan 121 responden yang dirawat pada 19 Mei–27 Juni 2025 di Bangsal Teratai. Hasil menunjukkan mayoritas responden berusia 56–65 tahun (31,4%) dan berjenis kelamin perempuan (64,5%). Sebelum intervensi, sebagian besar mengalami nyeri sedang (75,2%), sedangkan setelah diberikan terapi mayoritas mengalami penurunan menjadi nyeri ringan (84,3%). Uji statistik diperoleh p = 0,000 (p < 0,05), sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh signifikan terapi guided imagery dalam menurunkan nyeri post operasi. Terapi ini dapat direkomendasikan sebagai alternatif non-farmakologis untuk manajemen nyeri.
Gambaran Perubahan Suhu Tubuh Pada Pasien Pasca Kraniotomi Dengan General Anestesi Di RSUD Prof. DR. Margono Soekarjo Purwokerto Siti Noer Ambarwati; Magenda Bisma Yudha; Rahmaya Nova Handayani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.285

Abstract

Kraniotomi merupakan prosedur bedah saraf mayor yang dapat memengaruhi regulasi suhu tubuh akibat respons inflamasi, efek anestesi, dan perubahan fisiologis lainnya. Perubahan suhu pascaoperasi menjadi indikator penting untuk mendeteksi komplikasi awal, seperti infeksi maupun gangguan termoregulasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perubahan suhu tubuh pasien setelah kraniotomi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Sampel sebanyak 70 pasien pasca kraniotomi yang menjalani anestesi umum di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto dipilih secara purposive sesuai kriteria inklusi. Pengukuran suhu dilakukan sebelum dan setelah anestesi, kemudian dianalisis secara deskriptif melalui distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berada pada kelompok usia dewasa 31 orang (44,3%), dengan IMT normal 47 orang (67,1%), perdarahan kelas I 51 orang (72,9%), lama operasi 30 menit–2 jam sebanyak 26 orang (37,1%), dan mayoritas berjenis kelamin perempuan 41 orang (58,6%). Diagnosis terbanyak adalah tumor otak 42 orang (60%). Sebanyak 49 pasien (70%) mengalami hipotermia ringan dengan suhu 32,0°C–36°C. Secara keseluruhan, pasien pasca kraniotomi cenderung mengalami penurunan suhu tubuh pada kategori hipotermia ringan. Oleh karena itu, pemantauan suhu tubuh secara berkala sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi yang mungkin timbul.
Pengaruh Terapi Murottal Al-Quran Terhadap Tingkat Kecemasan Pre Operasi Spinal Anestesi Di RSI Purwokerto Abid Fadillah Triatmaja; Magenda Bisma Yudha; Amelia Andini
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.427

Abstract

Kecemasan pre operasi sering dialami pasien dan dapat memengaruhi jalannya pembedahan, termasuk pada operasi dengan spinal anestesi. Penanganan yang tepat diperlukan untuk mendukung kesiapan fisik dan psikologis pasien, salah satunya melalui terapi murottal Al-Qur’an sebagai intervensi non farmakologis untuk menurunkan kecemasan. Penelitian ini mengkaji efektivitas terapi murottal Al-Qur’an sebagai metode nonfarmakologis dalam mengurangi kecemasan pasien preoperasi spinal anestesi di RSI Purwokerto. Desain penelitian adalah pre-experimental one group pretest-posttest dengan 79 responden yang dipilih melalui consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner APAIS sebelum dan sesudah terapi murottal Al-Qur’an selama 10 menit melalui MP3 dan earphone. Hasil menunjukkan efektivitas terapi murottal Al-Qur’an dalam menurunkan kecemasan, ditandai dengan perubahan sebagian besar responden dari tingkat kecemasan sedang menjadi ringan atau tidak cemas. Terapi ini memberikan efek relaksasi melalui stimulus auditori yang menurunkan aktivitas saraf simpatis, denyut nadi, dan tekanan darah. Disimpulkan bahwa terapi murottal Al-Qur’an efektif menurunkan kecemasan preoperasi pada pasien spinal anestesi, sehingga direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis dalam asuhan keperawatan perioperatif.