Fadilah Salsabila
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Pola Pemberian Makan Orang Tua dengan Kejadian Stunting pada Balita di Puskesmas Kedungwungu Fadilah Salsabila; Siti Arifah
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i1.383

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah kesehatan yang kompleks dan memiliki dampak jangka panjang, ditandai oleh tinggi badan anak yang lebih rendah dari standar usia akibat kekurangan gizi kronis serta paparan infeksi berulang. Salah satu faktor yang diduga berperan adalah kurangnya efektivitas orang tua dalam melaksanakan praktik pemberian makanan kepada anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta mengidentifikasi keterkaitan antara pola pemberian makanan oleh orang tua dengan insiden stunting pada balita. Metode: Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif analitik serta melibatkan 30 responden, yaitu ibu dari balita yang mengalami stunting, yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan berupa Child Feeding Questionnaire (CFQ), yang dikembangkan berdasarkan pedoman dari American Academy of Pediatrics (AAP). Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner serta pengukuran tinggi badan balita dan dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Berdasarkan analisis diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar -0,015 dengan tingkat signifikansi 0,939 (p>0,05), yang menandakan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pola pemberian makan dan kejadian stunting pada balita. Pola pemberian makan belum menjadi faktor utama dalam upaya pencegahan stunting sehingga upaya pencegahan stunting perlu mempertimbangkan faktor lain di antaranya kualitas konsumsi zat gizi, kesehatan lingkungan, dan kondisi sosial ekonomi keluarga. Kesimpulan: Pola pemberian makan belum dapat dikatakan sebagai faktor yang dapat berdampak langsung terhadap status gizi anak, sehingga upaya pencegahan stunting perlu mempertimbangkan faktor lain seperti kualitas konsumsi zat gizi, kesehatan lingkungan, dan kondisi sosial ekonomi keluarga.