Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transforming Character Education Through Integrated Islamic School Culture: Evidence From SMP It An-Naas Binjai Dinda Naomira; Hemawati Hemawati
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 8 No 2 (2026)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v8i2.680

Abstract

Abstrak Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, fenomena krisis moralitas remaja semakin mencuat sebagai tantangan nyata dalam pendidikan. Pendidikan karakter berbasis nilai-nilai agama Islam menjadi solusi yang signifikan dalam mengatasi masalah tersebut. Namun, meskipun banyak penelitian yang mengkaji pendidikan karakter, masih terdapat kekurangan dalam hal pemahaman mengenai bagaimana budaya organisasi di sekolah Islam terpadu dapat berperan sistemik dalam membentuk karakter religius siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme implementasi budaya sekolah berbasis nilai Islam dalam pembentukan karakter religius siswa di SMP IT An-Naas Binjai, Sumatera Utara. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan 18 informan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya sekolah yang berbasis nilai Islam, melalui mekanisme manajemen program Bina Pribadi Islam (BPI), habituasi ritual keagamaan, serta internalisasi nilai-nilai multikultural Islam, berkontribusi signifikan dalam pembentukan karakter siswa. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya model pendidikan karakter Islam yang mengintegrasikan konsep Ta'dib, teori habituasi Lickona, dan multikulturalisme Islam dalam satu sistem budaya kelembagaan yang koheren. Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Budaya Sekolah Islam, Pendidikan Islam, Multikulturalisme Islam, Pembentukan Karakter Religius. Abstract The moral decline among adolescents, exacerbated by the pervasive influence of digital technology, poses a significant challenge for educational institutions to transform beyond mere knowledge transmission. While religiously grounded character education has been widely explored, there remains a substantial gap in understanding how the organizational culture of integrated Islamic schools functions systemically as a character-forming ecosystem at the junior secondary level. This study aims to analyze the implementation mechanisms of an Islamic value-based school culture in shaping the religious character of students at SMP IT An-Naas Binjai, North Sumatra. Employing a descriptive-analytical qualitative approach, data were collected through participatory observation, in-depth interviews with 18 informants, and documentary analysis. The findings reveal that the school’s culture, through mechanisms such as the management of the Bina Pribadi Islam (BPI) program, the habituation of daily religious rituals, and the internalization of multicultural Islamic values, significantly contributes to character formation. Theoretically, this study enriches the integrated Islamic character education model by merging the concept of Ta'dib, Lickona's habituation theory, and Islamic multiculturalism into a coherent institutional culture system. Keywords: Character education, Islamic school culture, Islamic education, Islamic multiculturalism, Religious character development.
Implementation of Punishment in the Formation of Student Attitudes in Madrasah Tsanawiyah: a Case Study of a Tourism-Based Community in North Sumatra Indonesia Nurul Arsih; Hemawati Hemawati
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v8i1.681

Abstract

Abstract Praktik hukuman edukatif dalam pendidikan Islam terus menjadi isu penting karena madrasah dituntut menegakkan disiplin tanpa mengabaikan martabat dan perkembangan psikologis peserta didik. Persoalan ini menjadi semakin kompleks di Madrasah Tsanawiyah Bukit Lawang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, yang berada di kawasan ekowisata internasional dengan paparan nilai sosial dan budaya yang sangat beragam. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi hukuman dalam pembentukan sikap siswa, menelaah pengaruh lingkungan pariwisata terhadap pergeseran nilai, serta mengevaluasi efektivitas hukuman berdasarkan prinsip pedagogi Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi yang melibatkan kepala madrasah, guru bimbingan dan konseling, guru pendidikan agama Islam, dan siswa dari beberapa tingkat kelas. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukuman diterapkan secara bertahap mengikuti tujuh tahapan pedagogis Abdullah Nasih Ulwan, mulai dari nasihat, teguran, isyarat nonverbal, hingga sanksi edukatif dan keagamaan. Hukuman yang dilaksanakan secara adil, penuh kasih sayang, dan konsisten terbukti memperkuat kesadaran normatif, rasa tanggung jawab, serta perubahan perilaku siswa, sehingga berfungsi sebagai instrumen kontrol moral dan sosial yang efektif dalam menjaga identitas keagamaan madrasah. Kata kunci: Punishment; Sikap Siswa; Pendidikan Islam; Madrasah; Komunitas Pariwisata Abstract Educational punishment in Islamic schooling remains a critical issue because madrasahs are expected to enforce discipline without undermining students’ dignity and psychological development. This challenge becomes more complex at Madrasah Tsanawiyah Bukit Lawang, Langkat Regency, North Sumatra, which is located in an international ecotourism area marked by intensive exposure to diverse social and cultural values. This study aims to analyze the implementation of punishment in shaping student attitudes, examine the influence of the tourism environment on value shifts, and evaluate the effectiveness of punishment through the lens of Islamic pedagogy. The study employed a qualitative case study design. Data were collected through participant observation, semi-structured interviews, and documentation involving the madrasah principal, guidance and counseling teachers, Islamic education teachers, and students from several grade levels. Data were analyzed using Miles and Huberman’s interactive model through data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. The findings reveal that punishment is implemented in stages according to Abdullah Nasih Ulwan’s seven pedagogical phases, ranging from advice, reprimands, and nonverbal cues to educative and religious sanctions. When administered with justice, compassion, and consistency, punishment strengthens students’ normative awareness, sense of responsibility, and behavioral change, allowing it to function as an effective instrument of moral and social control while preserving the madrasah’s religious identity. Keywords: Punishment; Student Attitudes; Islamic Pedagogy; Madrasah; Tourism Community