Fatah Kasinung Barkah Slamet
Department of Business and Finance, Vocational School, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

An Analysis of Liability for Damaged or Lost Goods in International Shipments at PT Global Distribution Alliance (Aramex Indonesia), Jakarta Fatah Kasinung Barkah Slamet; Suwandi Suwandi
Asian Journal of Logistics Management Vol 4, No 2 (2025): Asian Journal of Logistics Management
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ajlm.2025.28939

Abstract

Pertumbuhan perdagangan internasional yang berkelanjutan menuntut peran krusial industri ekspedisi ekspres dalam memastikan kelancaran distribusi barang lintas batas. Namun, risiko kerusakan dan kehilangan selama pengiriman menimbulkan tantangan signifikan yang dapat merugikan konsumen dan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme pertanggungjawaban yang diterapkan oleh PT Global Distribution Alliance (Aramex Indonesia) untuk kompensasi atas barang yang rusak atau hilang, serta mengidentifikasi strategi yang dijalankan perusahaan untuk meminimalkan risiko tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan manajer dan staf terkait, serta analisis dokumentasi formal perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme pertanggungjawaban Aramex Indonesia bersifat sistematis dan berfokus pada penentuan kelalaian. Untuk kasus kerusakan, pertanggungjawaban dibebankan kepada pengirim terkait kualitas kemasan, sehingga kompensasi finansial pada prinsipnya tidak diberikan. Sebaliknya, untuk kasus kerugian yang terbukti disebabkan oleh kelalaian internal, perusahaan memberikan kompensasi yang secara kontraktual dibatasi hingga maksimum USD 100 untuk pengiriman yang tidak diasuransikan dan kompensasi penuh jika diasuransikan. Strategi minimisasi risiko yang diterapkan bersifat proaktif dan berlapis, meliputi inspeksi kemasan, penyediaan opsi tambahan seperti pengemasan ulang dan asuransi tambahan, edukasi pelanggan, serta evaluasi berkelanjutan terhadap kinerja internal dan mitra. Disimpulkan bahwa Aramex memiliki sistem yang matang dalam mengelola risiko, yang menggabungkan aturan kontrak yang tegas dengan praktik operasional yang fleksibel.Pertumbuhan perdagangan internasional yang berkelanjutan menuntut peran krusial industri ekspedisi ekspres dalam memastikan kelancaran distribusi barang lintas batas. Namun, risiko kerusakan dan kehilangan selama pengiriman menimbulkan tantangan signifikan yang dapat merugikan konsumen dan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme pertanggungjawaban yang diterapkan oleh PT Global Distribution Alliance (Aramex Indonesia) untuk kompensasi atas barang yang rusak atau hilang, serta mengidentifikasi strategi yang dijalankan perusahaan untuk meminimalkan risiko tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan manajer dan staf terkait, serta analisis dokumentasi formal perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme pertanggungjawaban Aramex Indonesia bersifat sistematis dan berfokus pada penentuan kelalaian. Untuk kasus kerusakan, pertanggungjawaban dibebankan kepada pengirim terkait kualitas kemasan, sehingga kompensasi finansial pada prinsipnya tidak diberikan. Sebaliknya, untuk kasus kerugian yang terbukti disebabkan oleh kelalaian internal, perusahaan memberikan kompensasi yang secara kontraktual dibatasi hingga maksimum USD 100 untuk pengiriman yang tidak diasuransikan dan kompensasi penuh jika diasuransikan. Strategi minimisasi risiko yang diterapkan bersifat proaktif dan berlapis, meliputi inspeksi kemasan, penyediaan opsi tambahan seperti pengemasan ulang dan asuransi tambahan, edukasi pelanggan, serta evaluasi berkelanjutan terhadap kinerja internal dan mitra. Disimpulkan bahwa Aramex memiliki sistem yang matang dalam mengelola risiko, yang menggabungkan aturan kontrak yang tegas dengan praktik operasional yang fleksibel.