This Author published in this journals
All Journal (JIMBE)
Ahmad Haryadi
Universitas Adiwangsa Jambi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE) Sebagai Alat Ukur Kinerja Keuangan PT Kimia Farma Periode 2023-2025 Ahmad Haryadi; Mulia Inda Purwati
Jurnal Ilmu Manajemen, Bisnis dan Ekonomi Vol 4 No 1 (2026): Juni
Publisher : PT Maju Malaqbi Makkarana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59971/jimbe.v4i1.1171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk menganalisis tingkat ROA PT Kimia Farma Tbk tahun 2023-2025, (2) Menganalisis tingkat ROE PT Kimia Farma Tbk tahun 2023-2025, dan (3) Menganalisis tingkat ROE PT Kimia Farma Tbk tahun 2023-2025. Data yang digunakan adalah sekunder. Penelitian ini menggunakan analisis data time series, metode deskriptif kuantitatif dengan sumber data berupa laporan keuangan konsolidasian audited PT Kimia Farma Tbk tahun 2023–2025 yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia dan website resmi perusahaan. Teknik analisis data dilakukan melalui perhitungan rasio profitabilitas ROA dan ROE, analisis tren (time series), serta analisis DuPont untuk mengetahui faktor penyebab perubahan profitabilitas perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ROA PT Kimia Farma Tbk tahun 2023 sebesar -13,59%, tahun 2024 sebesar -8,07%, dan tahun 2025 sebesar -3,13%. Sementara nilai ROE tahun 2023 sebesar -47,31%, tahun 2024 sebesar -35,24%, dan tahun 2025 sebesar -16,21%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan PT Kimia Farma Tbk selama periode 2023–2025 masih berada dalam kategori tidak sehat karena nilai ROA dan ROE berada di bawah standar rata-rata industri. Namun demikian, perusahaan menunjukkan tren perbaikan kinerja dari tahun ke tahun yang ditandai dengan menurunnya tingkat kerugian perusahaan. Faktor-faktor yang memengaruhi perubahan ROA dan ROE antara lain tingginya Harga Pokok Penjualan (HPP), besarnya beban usaha, tingginya beban keuangan, belum optimalnya efisiensi penggunaan aset, serta proses restrukturisasi perusahaan yang mulai memberikan dampak terhadap perbaikan profitabilitas perusahaan.