Temaziso Halawa
Sekolah Tinggi Teologi Sidang Jemaat Kristus Batam

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Model Kepemimpinan Transformatif-Spiritual Berdasarkan 1 Timotius 3:1-7 bagi Gereja Kontemporer Temaziso Halawa; Yohanes Nduru; Pidel Kastro; Rusdi Parsaulian
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/pj.v3i2.161-174

Abstract

Kepemimpinan gereja kontemporer menghadapi berbagai tantangan yang berkaitan dengan integritas, spiritualitas, kualitas relasi, dan kredibilitas publik pemimpin. Dalam konteks tersebut, 1 Timotius 3:1-7 menjadi salah satu teks penting yang memuat kualifikasi pemimpin gereja yang relevan bagi kehidupan gerejawi masa kini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna teologis kualifikasi kepemimpinan dalam 1 Timotius 3:1-7 serta merumuskan model kepemimpinan yang dapat diterapkan dalam konteks gereja kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research). Analisis dilakukan melalui eksegesis biblika yang mencakup analisis historis, leksikal, dan sintaksis terhadap teks 1 Timotius 3:1-7, kemudian dilanjutkan dengan sintesis teologis dan rekonstruksi model konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualifikasi kepemimpinan yang dirumuskan Paulus tidak hanya berfungsi sebagai persyaratan administratif, tetapi mencerminkan empat dimensi utama kepemimpinan gerejawi, yaitu integritas moral, kedewasaan spiritual, kepemimpinan relasional-keluarga, dan kredibilitas publik. Berdasarkan sintesis terhadap keempat dimensi tersebut, penelitian ini merumuskan Model Kepemimpinan Transformatif-Spiritual yang menempatkan transformasi karakter dan spiritualitas sebagai fondasi utama kepemimpinan gereja. Model ini berkontribusi dalam memperkaya kajian teologi kepemimpinan sekaligus memberikan kerangka praktis bagi gereja dalam proses seleksi, pembinaan, dan evaluasi pemimpin pada era kontemporer.