Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kualifikasi Kepemimpinan Pastoral dalam 1 Timotius 3:1-7 dan Relevansinya bagi Transformasi Kepemimpinan Jemaat Kontemporer Erikana Laia; Yohanes Nduru; Edison; Radius Simanjuntak
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/juilmu.v3i2.137-150

Abstract

Kepemimpinan pastoral memegang peranan penting dalam menjaga pertumbuhan spiritual jemaat dan keberlangsungan pelayanan gereja. Namun, berbagai kasus krisis integritas, penyalahgunaan otoritas, dan lemahnya keteladanan pemimpin menunjukkan bahwa gereja kontemporer menghadapi tantangan serius dalam pengembangan kepemimpinan yang sehat dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualifikasi kepemimpinan pastoral dalam 1 Timotius 3:1-7 serta mengeksplorasi relevansinya bagi transformasi kepemimpinan jemaat kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur kritis terhadap teks Alkitab, komentar biblika, buku akademik, dan artikel jurnal yang relevan dengan kepemimpinan pastoral. Analisis data dilakukan melalui identifikasi literatur, evaluasi kritis, kategorisasi tema, sintesis temuan, dan interpretasi teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualifikasi kepemimpinan pastoral dalam 1 Timotius 3:1-7 dibangun atas empat dimensi utama, yaitu karakter, spiritualitas, relasional-keluarga, dan reputasi sosial-publik. Keempat dimensi tersebut membentuk kerangka kepemimpinan yang holistik dan transformatif. Sebagai kontribusi konseptual, penelitian ini mengembangkan Model Integratif Transformasi Kepemimpinan Pastoral (MITKP-Plus) yang menempatkan formasi karakter, formasi spiritualitas, formasi relasional, dan formasi sosial-publik sebagai pilar utama pembentukan pemimpin gereja. Model ini dapat menjadi kerangka konseptual bagi gereja dalam mengembangkan sistem pembinaan dan regenerasi kepemimpinan yang lebih efektif, berintegritas, dan relevan dengan tantangan pelayanan kontemporer.
Spiritualitas Otentik di Tengah Budaya Estetika Digital: Tantangan Pembentukan Iman dalam Era Visualisasi Sosial Media Yohanes Nduru; Herbin Simanjuntak; Rusdi Parsaulian
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/pj.v3i2.146-160

Abstract

Perkembangan media sosial telah melahirkan budaya estetika digital yang menjadikan visualisasi, pencitraan diri, dan validasi sosial sebagai unsur dominan dalam kehidupan generasi muda. Fenomena ini tidak hanya memengaruhi pola komunikasi dan pembentukan identitas, tetapi juga cara individu memahami dan mengekspresikan spiritualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya estetika digital terhadap pembentukan spiritualitas Generasi Z, mengidentifikasi tantangan yang muncul dalam pembentukan iman yang otentik, serta merumuskan model formasi spiritualitas yang relevan dengan konteks era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi literatur yang dipadukan dengan analisis isi (content analysis) terhadap berbagai literatur dan konten media sosial yang berkaitan dengan ekspresi spiritualitas Kristen. Analisis dilakukan melalui proses identifikasi data, pengkodean tema, kategorisasi, interpretasi, dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya estetika digital mendorong munculnya spiritualitas performatif yang ditandai oleh orientasi pada pencitraan religius, validasi sosial, krisis identitas spiritual, rendahnya literasi Alkitab, dan meningkatnya individualisme digital. Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, penelitian ini menawarkan Model Formasi Spiritualitas Otentik yang terdiri atas literasi digital-teologis, pemuridan digital, komunitas relasional, disiplin rohani, dan pendampingan generasi. Model ini diharapkan dapat menjadi kerangka konseptual bagi gereja dan lembaga pendidikan Kristen dalam membangun spiritualitas yang kontekstual, reflektif, dan transformatif di tengah budaya estetika digital.
Model Kepemimpinan Transformatif-Spiritual Berdasarkan 1 Timotius 3:1-7 bagi Gereja Kontemporer Temaziso Halawa; Yohanes Nduru; Pidel Kastro; Rusdi Parsaulian
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/pj.v3i2.161-174

Abstract

Kepemimpinan gereja kontemporer menghadapi berbagai tantangan yang berkaitan dengan integritas, spiritualitas, kualitas relasi, dan kredibilitas publik pemimpin. Dalam konteks tersebut, 1 Timotius 3:1-7 menjadi salah satu teks penting yang memuat kualifikasi pemimpin gereja yang relevan bagi kehidupan gerejawi masa kini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna teologis kualifikasi kepemimpinan dalam 1 Timotius 3:1-7 serta merumuskan model kepemimpinan yang dapat diterapkan dalam konteks gereja kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research). Analisis dilakukan melalui eksegesis biblika yang mencakup analisis historis, leksikal, dan sintaksis terhadap teks 1 Timotius 3:1-7, kemudian dilanjutkan dengan sintesis teologis dan rekonstruksi model konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualifikasi kepemimpinan yang dirumuskan Paulus tidak hanya berfungsi sebagai persyaratan administratif, tetapi mencerminkan empat dimensi utama kepemimpinan gerejawi, yaitu integritas moral, kedewasaan spiritual, kepemimpinan relasional-keluarga, dan kredibilitas publik. Berdasarkan sintesis terhadap keempat dimensi tersebut, penelitian ini merumuskan Model Kepemimpinan Transformatif-Spiritual yang menempatkan transformasi karakter dan spiritualitas sebagai fondasi utama kepemimpinan gereja. Model ini berkontribusi dalam memperkaya kajian teologi kepemimpinan sekaligus memberikan kerangka praktis bagi gereja dalam proses seleksi, pembinaan, dan evaluasi pemimpin pada era kontemporer.
Rekonstruksi Kesalehan Perempuan Kristen dalam Titus 2:3-5: Dari Norma Biblika menuju Spiritualitas Integratif Mawarni Waruwu; Yohanes Nduru; Herbin Simanjuntak; Rusdi Parsaulian
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/pj.v3i2.175-188

Abstract

Kesalehan perempuan Kristen merupakan tema yang terus relevan dalam kajian teologi karena berkaitan dengan pembentukan identitas iman, karakter, dan peran perempuan dalam kehidupan keluarga, gereja, dan masyarakat. Namun, berbagai penelitian mengenai Titus 2:3-5 umumnya masih berfokus pada aspek eksegetis, normatif, atau kontekstual secara terpisah sehingga belum menghasilkan suatu model konseptual yang mengintegrasikan nilai-nilai kesalehan perempuan secara utuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna teologis Titus 2:3-5 serta merekonstruksi konsep kesalehan perempuan Kristen ke dalam suatu model spiritualitas yang relevan bagi konteks kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode historis-gramatikal melalui analisis konteks historis Surat Titus, kajian leksikal terhadap istilah-istilah Yunani kunci, analisis sintaksis, serta refleksi teologis konstruktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalehan perempuan Kristen dalam Titus 2:3-5 mencakup empat dimensi utama, yaitu spiritualitas transformatif, integritas karakter, relasi yang bertanggung jawab, dan kesaksian publik. Berdasarkan sintesis antara temuan biblika dan realitas perempuan Kristen masa kini, penelitian ini merekonstruksi suatu Model Spiritualitas Integratif yang menghubungkan dimensi spiritual, moral, relasional, dan sosial secara holistik. Kontribusi penelitian ini terletak pada perumusan model konseptual yang menjembatani norma biblika Titus 2:3-5 dengan tantangan kehidupan perempuan Kristen kontemporer, sehingga dapat menjadi landasan bagi pembinaan spiritual yang lebih kontekstual dan transformatif.